Pemerintah juga menyoroti kualitas dan kapasitas tenaga pengajar.
Prabowo meminta peningkatan kompetensi guru dilakukan melalui berbagai program pelatihan. Pembiayaannya akan diupayakan melalui APBN.
“Kemudian yang menjadi komitmen beliau (Presiden) dalam rangka membuat pendidikan adalah peningkatan kualitas guru melalui berbagai pelatihan, yang nanti juga biayanya akan dapat kita usahakan, dapat dipenuhi dari dana APBN,” kata dia.
Pemerintah sebelumnya juga telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru. Pada Juni 2026, pemerintah menyampaikan adanya penyesuaian tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, sementara tunjangan guru ASN disebut sebesar gaji pokok.
Dikaitkan dengan Pendidikan Gratis
Penguatan kesejahteraan guru ini berjalan beriringan dengan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan gratis di sekolah negeri.
Prabowo sebelumnya menyatakan biaya pendidikan negeri mulai SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus gratis dan meminta pembahasan lebih lanjut dilakukan melalui rapat terbatas.
Mu’ti mengatakan kebijakan untuk guru dan akses pendidikan tersebut tidak bisa dipisahkan dari tujuan pemerintah memperluas pendidikan bermutu.
“Komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di sekolah negeri adalah bagian dari komitmen bahwa semua anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan bermutu,” tutupnya.
Dengan demikian, agenda pendidikan pemerintah saat ini tidak hanya berkaitan dengan biaya yang harus ditanggung peserta didik. Status, kesejahteraan, tunjangan, dan peningkatan kompetensi guru juga menjadi bagian dari kebijakan yang sedang diperkuat.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...