HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin kini kembali mendapatkan akses pendidikan gratis. Program yang mencakup jenjang SD hingga SMA tersebut terus diperluas dan saat ini sudah menjangkau 182 sekolah.
Pemerintah menyebut perluasan ini sebagai bagian dari upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya belum tertampung. Pendidikan juga diarahkan menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial, Devi Deliani, mengatakan jumlah sekolah yang masuk dalam program tersebut meningkat dibandingkan tahun pertama.
“Program ini menjangkau 182 sekolah, melonjak signifikan dari 166 titik dan lebih dari 14.700 peserta didik di tahun pertama. Ini adalah komitmen negara untuk terus memperluas jangkauan agar anak-anak yang selama ini tidak tertampung bisa kembali duduk di bangku sekolah,” ujar Devi.
Dengan perluasan tersebut, lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin pada jenjang SD, SMP, hingga SMA disebut kembali memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan tanpa biaya.
Penerima didata lewat DTSEN
Pemerintah juga menyoroti soal ketepatan sasaran. Penerima manfaat tidak ditentukan hanya berdasarkan jumlah kuota, tetapi didata menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Devi menjelaskan, setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat dalam basis data tersebut.
“Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan sistem ini, bantuan negara dipastikan sampai tepat pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas,” tegas Devi.
Mekanisme tersebut digunakan untuk membantu memastikan kelompok keluarga yang menjadi sasaran program bisa teridentifikasi secara lebih tepat.
93 gedung permanen sudah rampung
Perluasan program tidak hanya berkaitan dengan jumlah peserta didik. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas fisik untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Hingga September 2026, 93 gedung permanen Sekolah Rakyat telah rampung. Gedung-gedung tersebut mulai beroperasi secara bertahap sejak pertengahan Juli hingga awal September 2026.
Kehadiran fasilitas permanen ini ditujukan untuk menambah kapasitas layanan sekaligus menyediakan tempat belajar yang lebih memadai bagi peserta didik.
Pendidikan gratis terus diperluas
Dengan bertambahnya jumlah sekolah, peserta didik, serta fasilitas permanen, pemerintah menyatakan perluasan akses menjadi bagian penting dari pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
Fokusnya bukan hanya membuat pendidikan bebas biaya, tetapi juga memastikan anak-anak dari keluarga yang membutuhkan memiliki tempat untuk kembali belajar.
Pemerintah optimistis perluasan sekolah, pendataan penerima melalui DTSEN, dan pembangunan infrastruktur dapat membantu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di berbagai daerah.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...