Prabowo Ajak BRICS “Industrialisasi Bersama”, China Langsung Merespons

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

Karena itu, ia mendorong negara-negara anggota menggabungkan sumber daya dan kekuatan yang dimiliki.

Mulai dari kapasitas produksi, teknologi, hingga pasar dapat dikolaborasikan untuk menghadapi berbagai tantangan secara bersama-sama.

Dorong Investasi dan Lapangan Kerja

Prabowo juga melihat kekuatan ekonomi negara-negara BRICS bisa dimanfaatkan lebih jauh untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan investasi, memperkuat industri, sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Menurut Prabowo, negara-negara BRICS memiliki sumber daya dan kekuatan ekonomi yang saling melengkapi.

Jika potensi tersebut dikolaborasikan, posisi BRICS dalam rantai nilai global dinilai bisa semakin kuat.

Ketahanan Jadi Fokus BRICS

KTT BRICS ke-18 mengangkat empat pilar utama, yaitu ketahanan (resilience), inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan (sustainability).

Keempatnya menjadi bagian dari respons kelompok tersebut terhadap berbagai tantangan global, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik.

Dalam pertemuan tersebut hadir sejumlah pemimpin negara BRICS, di antaranya Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, serta Perdana Menteri India Narendra Modi.

Brasil diwakili Menteri Luar Negeri Mauro Vieira. Sementara Arab Saudi diwakili Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

Selain negara anggota, BRICS juga telah menerima sejumlah negara mitra ke dalam kerangka kerja samanya.

Negara-negara tersebut antara lain Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.

Saat ini, BRICS terdiri dari 11 negara, yakni Brasil, China, Mesir, Ethiopia, India, Indonesia, Iran, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Berdasarkan data yang dikutip BRICS, kelompok tersebut mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen PDB global, dan 26 persen perdagangan global.

Dengan besarnya basis ekonomi dan sumber daya tersebut, dorongan Prabowo untuk memperkuat industrialisasi bersama kini mendapat respons dari salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dalam BRICS, yakni China.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU