BI memperkirakan Indeks Ekspektasi Harga Desember 2026 berada di level 168,1.
Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan IEH November 2026 yang tercatat sebesar 167,5.
Kenaikan ekspektasi harga pada Desember sejalan dengan momentum libur Natal dan Tahun Baru 2027 atau Nataru.
Dengan demikian, tekanan harga diperkirakan bergerak lebih rendah pada September, sebelum kembali meningkat mendekati akhir tahun.
Di sisi lain, aktivitas perdagangan eceran masih menunjukkan pertumbuhan.
Hasil Survei Penjualan Eceran BI mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 225,0.
Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan secara tahunan pada sejumlah kelompok barang, antara lain suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta berbagai barang lainnya.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 tumbuh 0,7% (mtm).
Pertumbuhan tersebut membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar -1,5% (mtm).
BI menyebut pertumbuhan penjualan tersebut sejalan dengan permintaan masyarakat yang tetap terjaga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.
“Perkembangan tersebut sejalan dengan terjaganya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah,” tulis BI.
Turunnya IEH September menjadi sinyal positif karena menunjukkan pelaku usaha memperkirakan tekanan kenaikan harga akan lebih rendah.
Namun, penurunan indeks tersebut tidak otomatis berarti seluruh harga barang akan turun.



