HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau pembangunan Jembatan Gantung Kendawi, Kabupaten Gayo Lues beberapa waktu lalu.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas negara sebagai salah satu wujud komitmen negara hadir dalam pemulihan infrastruktur dan layanan dasar pascabencana sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan lancar.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran meninjau langsung kondisi pembangunan jembatan sekaligus mendengarkan penjelasan mengenai progres pekerjaan dan kebutuhan penanganan lanjutan di kawasan terdampak. Gibran menegaskan bahwa menghadirkan infrastruktur yang aman dan layak tetap merupakan tanggung jawab negara.
Wapres pun meninjau kondisi sungai di sekitar lokasi, dan menekankan pentingnya langkah mitigasi agar kerusakan akibat banjir tidak kembali terulang.
“Ini normalisasi sungainya harus dikebut, kondisi alamnya begini. Normalisasi sungai itu lebih mahal dari bikin jembatan,” kata Gibran dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Selain memastikan pembangunan jembatan berjalan sesuai target, Wapres juga memberikan perhatian terhadap pemulihan kawasan sekitar yang terdampak bencana.
“Sawah, rumah, sekolahnya juga dipindah. Kita bangun lagi semua, ya,” pintanya.
Sebelumnya, Dandim 0113/Gayo Lues Fran Desiafan Eka Saputra memaparkan laporan perkembangan pembangunan jembatan.
“Ini progres pengerjaan jembatan sampai tahap sekarang sudah pemasangan papan lantai jembatan. Progres sudah 80 persen, kemudian nanti rencananya tanggal 15 Agustus selesai. Kemudian target operasionalnya 16 Agustus,” jelasnya.
Fran juga melaporkan bahwa Kodim 0113/Gayo Lues turut mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di wilayah tersebut melalui pembangunan puluhan jembatan.
“Di Gayo Lues ini Kodim mengerjakan 56 jembatan. Lima puluh satu titik merupakan jembatan gantung, kemudian jembatan beton ada dua, dan jembatan Aramco ada tiga,” terangnya.
Sebagai informasi, Jembatan Gantung Kendawi dibangun untuk memulihkan akses masyarakat yang selama ini terdampak bencana. Infrastruktur sepanjang 100 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut nantinya akan dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sehingga mempermudah mobilitas warga, termasuk akses para pelajar menuju sekolah.


