Tak berhenti pada satu armada, pengecekan juga dilakukan terhadap seluruh bus MTrans.
Hasilnya, pihak perusahaan kembali memastikan tidak ada modifikasi bunyi klakson seperti dalam video yang beredar.
Jhony menjelaskan, MTrans memiliki regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) terkait penggunaan klakson pada seluruh armadanya.
Karena itu, penggunaan klakson dengan suara yang tidak sesuai standar tidak dibenarkan.
“Armada kami ada regulasi tertentu mengenai penggunaan klakson. Jadi kami konfirmasi itu tidak 100% benar, sehingga kemungkinan besar itu adalah video editan,” tegasnya.
MTrans juga meminta masyarakat tidak langsung percaya terhadap setiap video yang viral di media sosial.
Terlebih, video yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan atau modifikasi kendaraan dapat dengan mudah menimbulkan persepsi berbeda jika konteksnya tidak jelas.
“Untuk netizen atau viewer, kami berharap bisa lebih bijak melihat bahwasannya tidak semua video yang disebarkan itu benar adanya,” ujar Jhony.
Ia juga mengajak komunitas pecinta bus untuk ikut menciptakan suasana yang positif.
Menurutnya, keberadaan Busmania seharusnya dapat membantu masyarakat semakin mengenal transportasi bus, bukan justru memunculkan informasi yang belum terverifikasi.
“Untuk Busmania, alangkah baiknya kita buat suasana yang lebih positif agar masyarakat awam bisa lebih menghargai dan menggunakan jasa transportasi bus,” katanya.


