Tema Prabowonomics Dinilai Jadi Manuver PKB Rebut Legacy Politik Prabowo

1 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMDirektur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago menilai, bahwa keputusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung tema Prabowonomics dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 dinilai bukan sekadar bentuk dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Di balik tema tersebut, ia membaca bahwa tengah tersirat langkah politik PKB untuk mengamankan posisi sebagai pewaris utama keberhasilan pemerintahan Prabowo menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Bahkan Arifki memandang jika PKB saat ini memang tengah fokus membangun political ownership atau kepemilikan narasi atas kebijakan ekonomi Prabowo agar identik dengan keberhasilan pemerintahan saat ini.

“PKB sedang melakukan apa yang saya sebut sebagai perebutan political ownership atas Prabowonomics. Ini bukan sekadar mendukung Presiden Prabowo, tetapi berusaha menjadi partai yang paling melekat dengan keberhasilan pemerintahannya. Siapa yang berhasil menguasai narasi itu, dialah yang memiliki peluang terbesar menjadi pewaris politik Prabowo pada 2029,” kata Arifki dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Jumat (24/7/2026).

Menurut Arifki, Harlah ke-28 PKB tidak bisa dipandang hanya sebagai agenda seremonial. Pemilihan tema Prabowonomics justru menjadi sinyal bahwa kontestasi politik menuju Pilpres 2029 mulai bergeser ke dalam tubuh koalisi pendukung pemerintah.

Prabowonomic Di Hut 28 Pkb
Prabowonomic di peringatan HUT 28 PKB.

“Kalau diperhatikan, yang sedang berlangsung sekarang bukan kompetisi antara koalisi pemerintah dan oposisi. Yang mulai terbentuk justru kompetisi di dalam tubuh koalisi sendiri. Semua tokoh mulai membangun posisi tawarnya di hadapan Presiden Prabowo, dan PKB menjadi salah satu yang bergerak paling awal,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia menilai strategi tersebut sekaligus menjadi investasi politik jangka panjang bagi Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Dengan menempatkan diri sebagai pendukung paling vokal terhadap agenda ekonomi pemerintahan, PKB berupaya membangun persepsi bahwa keberhasilan Prabowo juga tidak terlepas dari kontribusi partainya.

“Ini bukan soal deklarasi dukungan, melainkan investasi politik. PKB ingin menciptakan persepsi bahwa ketika Prabowo sukses, ada PKB yang ikut menjaga, mengawal, bahkan menjual gagasan Prabowonomics kepada publik. Persepsi seperti ini penting untuk meningkatkan posisi tawar Cak Imin dalam bursa calon wakil presiden,” jelasnya.

Arifki menambahkan, manuver tersebut juga menjadi pesan politik kepada partai-partai lain di Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus bahwa persaingan memperebutkan posisi strategis pada Pilpres 2029 telah dimulai.

Menurutnya, yang diperebutkan bukan hanya kursi calon wakil presiden, melainkan legitimasi sebagai partai yang paling berkontribusi terhadap keberhasilan pemerintahan Prabowo.

“Yang diperebutkan sekarang bukan sekadar kursi cawapres. Yang sedang diperebutkan adalah siapa yang paling berhak mengklaim keberhasilan pemerintahan Prabowo selain Gerindra. PKB tampaknya ingin menjadi partai pertama yang mengamankan posisi itu. Ini tentu menjadi kode keras bagi Golkar, PAN, Demokrat, hingga PSI bahwa persaingan menuju 2029 sudah dimulai,” pungkasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU