“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Untuk melayani, melindungi, dan mendukung roda pembangunan, polisi membutuhkan kolaborasi dengan semua sektor pemangku kepentingan,” pungkasnya.
SDM Polri Jadi Dapur Utama Polisi Masa Depan
Sejalan dengan arahan Kapolda Sumsel, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya menyebut Rakernis SDM 2026 menjadi bagian dari transformasi kultural di tubuh kepolisian daerah.
Menurutnya, fungsi SDM Polri saat ini tidak lagi hanya berperan dalam pengelolaan administrasi personel, tetapi menjadi pusat pembentukan karakter dan kompetensi anggota Polri masa depan.
“Biro SDM kini bukan lagi sekadar pengurus administrasi personel, melainkan dapur utama pencetak polisi-polisi masa depan. Sesuai arahan Bapak Kapolda, kami harus memastikan setiap anggota yang turun ke tengah masyarakat tidak hanya tajam secara intelektual dan melek teknologi, tetapi juga matang secara emosional dan memegang teguh etika,” kata Kombes Pol Nandang.
Ia menambahkan, penguatan literasi digital, kesehatan mental, serta pembentukan etos kerja yang ikhlas menjadi bagian penting dalam menciptakan sosok anggota Polri yang profesional dan humanis.
Rakernis Fungsi SDM Polda Sumsel 2026 tidak hanya menjadi agenda evaluasi tahunan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menyiapkan personel Polri yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Melalui transformasi SDM yang berkelanjutan, Polda Sumsel menargetkan hadirnya anggota kepolisian yang mampu memadukan kemampuan teknologi, kecerdasan emosional, dan nilai-nilai etika untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga keamanan di Bumi Sriwijaya.



