“Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat, tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program,” katanya.
Sudaryono juga menegaskan komitmennya menerapkan zero toleransi terhadap praktik penyimpangan dalam pelaksanaan Program MBG.
“Zero tolerance untuk praktik-praktik korupsi dan hengki-pengki, dan copet-copetan sebagaimana barangkali ini yang paling dibenci oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.


