“Swasembada ini yang kita capai, seluruh capaian ini, ekspor naik Rp160 triliun, impor turun Rp40 triliun, kita swasembada diakui dunia, itu karena ada Pak Sudaryono di dalamnya. Saya bangga dengan beliau,” ujar Amran.
Resminya Sudaryono memimpin Badan Gizi Nasional dinilai menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat sinergi antara kebijakan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Berbekal pengalaman sebagai Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono dinilai memahami tata kelola produksi pangan dari hulu hingga hilir sehingga diharapkan mampu memastikan ketersediaan bahan pangan bergizi untuk mendukung berbagai program nasional.
Latar belakangnya di sektor pertanian juga menjadi nilai tambah dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan pasokan pangan berkualitas, berkelanjutan, dan melibatkan produksi dalam negeri agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh petani.
Ke depan, Badan Gizi Nasional akan memegang peran penting dalam memperkuat rantai pasok pangan bergizi sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sinergi antara BGN dengan Kementerian Pertanian diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ketahanan pangan, swasembada pangan, serta peningkatan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Penunjukan Sudaryono sekaligus menjadi babak baru dalam upaya pemerintah mengintegrasikan agenda swasembada pangan dengan pembangunan sumber daya manusia.
Dengan rekam jejaknya di sektor pertanian, Sudaryono diharapkan mampu membawa BGN menjalankan mandat tersebut secara efektif sekaligus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga demi mendukung visi besar pemerintahan Presiden Prabowo.


