Menurut Irawadi, komposisi atlet merupakan hasil evaluasi bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan mempertimbangkan capaian prestasi, termasuk para peraih medali pada SEA Games. Kepercayaan diri tim juga meningkat setelah mencatat sejarah dengan meraih enam medali emas dan dua medali perunggu pada SEA Games, pencapaian terbaik panahan Indonesia di ajang tersebut.
Di Nagoya 2026, Perpani menargetkan peningkatan prestasi dibanding Asian Games Hangzhou 2022. Kala itu, Tim Indonesia meraih dua medali perunggu sekaligus mengamankan kuota menuju Olimpiade Paris 2024.
“Di Hangzhou kami membawa pulang dua medali perunggu sekaligus mendapatkan kuota Olimpiade Paris 2024. Di Aichi-Nagoya target kami tentu harus lebih baik. Kami ingin meningkatkan hasil tersebut dan memaksimalkan peluang meraih medali, sekaligus memanfaatkan Asian Games sebagai jalan menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Persaingan memang sangat ketat dengan kekuatan seperti Korea Selatan, China, dan India, tetapi kami optimistis atlet-atlet Indonesia mampu bersaing,” ujar Irawadi.
Optimisme yang sama disampaikan atlet senior panahan Indonesia, Riau Ega Agatha Salsabila. Olympian Rio 2016 itu mengatakan program latihan saat ini lebih difokuskan pada simulasi pertandingan dan try out agar para atlet siap menghadapi tekanan kompetisi di Aichi-Nagoya.
“Persiapan kami sekarang lebih banyak diisi simulasi pertandingan dan try out untuk membangun ritme kompetisi. Target kami tentu ingin melampaui hasil di Hangzhou. Asian Games juga menjadi kesempatan penting karena ada kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Kami ingin memaksimalkan peluang meraih medali sekaligus mengamankan tiket Olimpiade. Dukungan nonteknis seperti kesempatan beradaptasi lebih awal di lokasi pertandingan dan keberadaan masseur tentu akan sangat membantu kami tampil maksimal,” tutup Riau Ega.


