Pelatih Merpati Bali, Aldion Christian, menilai awal pertandingan menjadi titik yang paling memengaruhi jalannya laga.
“Start kami kurang bagus. Mungkin anak-anak sedikit kaget di awal. Sebenarnya persiapan sudah dilakukan, tetapi ada beberapa penyesuaian yang tidak berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Menurut Aldion, kesiapan lawan dalam melakukan penyesuaian membuat timnya sulit bermain sesuai karakter.
“Mereka datang dengan persiapan yang sangat baik. Banyak adjustment yang mereka lakukan. Kami juga menghadapi beberapa faktor lain, termasuk kondisi pemain, jadi cukup banyak hal yang memengaruhi pertandingan hari ini,” katanya.
Ia berharap kekalahan di final menjadi bekal berharga bagi para pemain untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Pelajaran terbesar hari ini adalah soal mental. Anak-anak terlihat lebih grogi dari biasanya. Ke depan, mental bertanding dan daya saing mereka harus terus ditingkatkan agar lebih siap menghadapi pertandingan besar seperti ini,” tuturnya.
Sementara itu, pelatih Cendrawasih Bandung, Gian Gumilar, mengungkapkan keberhasilan timnya tidak lepas dari persiapan yang lebih matang dibanding musim sebelumnya.
“Yang pasti persiapan kami jauh lebih siap dibanding tahun lalu. Itu menjadi modal penting bagi anak-anak menghadapi pertandingan final,” ujarnya.
Menurut Gian, keputusan mengubah pola pertahanan menjadi salah satu momen penting yang membantu timnya mengamankan kemenangan.


