Menurutnya, ketika dua tim memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda, faktor mental menjadi penentu utama.
“Kalau sudah sampai babak final seperti ini, saya rasa bukan lagi soal skill atau taktik. Yang membedakan adalah mental dan bagaimana pemain menghadapi tekanan. Siapa yang lebih siap dan lebih ingin menjadi juara, dialah yang akan menang,” tutupnya.
Kemenangan ini memastikan Satria Karadenan Bogor keluar sebagai Juara 1 kategori U18 putri Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri. The Lion Surabaya harus puas finis sebagai runner-up setelah memberikan perlawanan sengit hingga detik terakhir dalam partai final yang menjadi penutup persaingan U18 putri.
Pada petandingan selanjutnya, Cendrawasih Bandung menutup penampilan impresifnya di Mandiri Kejurnas Antarklub U16 & U18 Tahun 2026 Putra dan Putri dengan gelar juara kategori U18 putra. Pada partai final yang berlangsung di Sahabat Arena, Semarang, Selasa (14/7), Cendrawasih menang atas Merpati Bali dengan skor 63-59 dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga kuarter terakhir.
Final mempertemukan dua tim yang tampil konsisten sepanjang turnamen. Cendrawasih langsung mengambil inisiatif sejak awal pertandingan. Bermain agresif di kedua sisi lapangan, mereka membuka keunggulan 19-10 pada kuarter pertama dan berhasil menjaga momentum hingga memperlebar jarak menjadi 36-24 saat turun minum.
Merpati Bali tidak tinggal diam. Memasuki babak kedua, mereka perlahan menemukan ritme permainan dan mulai memangkas ketertinggalan melalui permainan kolektif yang lebih efektif. Meski demikian, Cendrawasih tetap mampu mempertahankan keunggulan 49-42 saat kuarter ketiga berakhir.
Kuarter terakhir berlangsung penuh tensi. Merpati terus menekan dan beberapa kali memperkecil selisih angka sehingga pertandingan kembali terbuka. Namun, Cendrawasih tampil lebih tenang dalam momen-momen krusial. Pertahanan disiplin dan pengambilan keputusan yang tepat pada penguasaan bola terakhir memastikan kemenangan 63-59 sekaligus mengunci gelar juara.
Steven Sebastian kembali menjadi sosok sentral dalam kemenangan Cendrawasih Bandung dengan membukukan 20 poin, 16 rebound, dan 4 assist, sekaligus mencatatkan double-double. Di kubu Merpati Bali, Cokorda Putra menjadi pencetak angka terbanyak tim lewat torehan 15 poin dan 5 rebound.


