HOLOPIS.COM, JAKARTA – Marc Marquez akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya tetap membela Ducati hingga MotoGP 2028. Sebelum menandatangani kontrak baru, juara dunia sembilan kali itu ternyata sempat menjalin komunikasi dengan Honda, tim yang membesarkan namanya di kelas utama.
Namun, pembicaraan tersebut tidak pernah berlanjut menjadi negosiasi resmi. Marquez memilih tetap bersama Ducati karena merasa proyek yang ditawarkan pabrikan asal Italia itu lebih sesuai dengan harapannya.
Pekan lalu, Ducati mengumumkan perpanjangan kontrak Marquez hingga akhir musim 2028. Mulai MotoGP 2027, pebalap asal Spanyol itu juga akan mendapat rekan setim baru, Pedro Acosta, yang menggantikan Francesco Bagnaia.
Sebelum pengumuman tersebut, sempat beredar kabar bahwa Honda berupaya memulangkan Marquez. Hal itu tak lepas dari sejarah panjang keduanya. Selama memperkuat Honda pada periode 2013 hingga 2023, Marquez sukses meraih enam dari tujuh gelar juara dunia MotoGP yang ia koleksi di kelas premier.
Marquez mengakui komunikasi dengan Honda memang sempat terjadi. Namun sejak awal, ia sudah memprioritaskan pembicaraan dengan Ducati.
“Honda tetaplah Honda, dan saya mengenal banyak orang di sana. Tidak pernah ada pertemuan resmi karena saya ingin mendengar lebih dulu apa yang ditawarkan Ducati,” kata Marquez kepada DAZN, dikutip Holopis.com dari Marca, Kamis (2/7/2026).
Menurut Marquez, Ducati menjadi pilihan utama selama tim asal Bologna itu masih menunjukkan kepercayaan penuh kepadanya.
“Kalau Ducati memberikan tawaran yang membuat saya nyaman, dengan syarat yang membuat saya merasa dihargai, tidak ada alasan bagi saya untuk pindah.”
Ia kembali menegaskan bahwa komunikasi dengan Honda hanya berlangsung secara informal dan tidak pernah masuk ke tahap yang lebih serius.
“Jadi memang ada pembicaraan yang sifatnya informal. Tetapi sejak awal saya sudah mengatakan ingin mendengarkan Ducati terlebih dahulu. Sejak awal hubungan kami dengan Ducati langsung cocok, dan itu adalah hal yang paling penting,” ujarnya.
Akui Balik ke Honda Terasa Romantis
Meski menolak kembali ke Honda, Marquez tidak menampik bahwa kesempatan bereuni dengan tim lamanya memiliki nilai emosional tersendiri.
Namun menurutnya, keputusan besar dalam karier balap tidak bisa hanya didasarkan pada perasaan.
“Sejujurnya, itu akan menjadi kisah yang sangat romantis. Tapi romantisme lebih cocok ada di dunia film. Tentu saja, gagasan itu sangat romantis dan saya memang memiliki keinginan besar untuk melakukannya.”
Pebalap berusia 33 tahun itu menambahkan bahwa pengalaman panjang di MotoGP membuatnya belajar membedakan keputusan yang lahir dari emosi dan pertimbangan rasional.
“Saya sudah mengambil cukup banyak risiko di lintasan. Kadang-kadang Anda harus membuat keputusan dengan kepala, bukan dengan hati. Itulah yang saya lakukan dalam keputusan terakhir saya, dan ternyata hasilnya sangat baik,” ujar juara dunia sembilan kali itu.
Efek Domino di Bursa Pebalap
Keputusan Marquez bertahan di Ducati ikut mengubah peta bursa pebalap MotoGP. Sebelumnya, Pedro Acosta santer dikabarkan siap menerima pinangan Honda apabila Marquez benar-benar kembali ke pabrikan Jepang tersebut.
Namun skenario itu akhirnya tidak terjadi. Ducati justru memilih Acosta sebagai tandem baru Marquez mulai musim 2027, menandai dimulainya era baru tim pabrikan asal Italia tersebut.
Sementara itu, MotoGP 2026 akan kembali bergulir pada pertengahan Juli melalui seri MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring. Balapan tersebut menjadi seri pertama setelah jeda singkat usai putaran Assen akhir pekan lalu.

