Indonesia mengundang negara-negara anggota FCLP untuk memperluas kolaborasi melalui ITPC guna mempercepat pengembangan solusi berbasis sains dan praktik terbaik dalam pengelolaan gambut tropis di berbagai kawasan dunia.
Ketiga, Indonesia mendorong penguatan World Mangrove Center (WMC) sebagai pusat kolaborasi internasional yang telah dikembangkan untuk mendukung pertukaran pengetahuan, pengembangan kebijakan, riset, inovasi, dan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan mangrove.
Indonesia mengundang negara-negara anggota FCLP untuk bergabung dan berkontribusi dalam memperkuat WMC sebagai platform global yang inklusif, sehingga manfaat pengetahuan, teknologi, dan pengalaman pengelolaan mangrove dapat dirasakan secara lebih luas oleh negara-negara di berbagai kawasan.
Dukungan tersebut akan memperkuat upaya bersama dalam menjadikan mangrove sebagai salah satu solusi berbasis alam yang paling efektif untuk mitigasi perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati, ketahanan pesisir, dan pembangunan ekonomi masyarakat.
Sebagai negara yang memiliki sekitar 3,4 juta hektare mangrove atau sekitar 23 persen dari total mangrove dunia, Indonesia siap berbagi pengalaman dan praktik baik untuk mendukung agenda mangrove global yang lebih ambisius dan berdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga menegaskan kesiapannya untuk memperdalam keterlibatan dalam Forest and Climate Leaders’ Partnership serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh negara dan mitra pembangunan dalam mewujudkan solusi kehutanan yang ambisius, inklusif, dan dapat diimplementasikan.
Kehadiran Indonesia dalam forum ini menunjukkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai negara pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia yang tidak hanya berkomitmen menjaga sumber daya hutannya, tetapi juga aktif menghadirkan solusi global bagi pencapaian target iklim, konservasi keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan.

