“Hari ini lawan Dong, saya belajar dari pertemuan dia lawan a Ginting dan Ubed juga, antisipasi untuk tidak kecolongan dari sisi sernagannya. Dia punya postur yang tinggi jadi bola atasnya tajam. Di gim pertama saya bisa pegang kontrol permainan, sempat ketat di gim kedua awal tapi saya bisa balik ke pola gim pertama,” ujarnya lagi.
Alwi pun menegaskan bahwa gelar juara Australia Open 2026 ini dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia.
“Saya bersyukur bisa meraih gelar Super 500 kedua tapi perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan berikutnya. Saya mau berterima kasih kepada orang tua, keluarga, pelatih saya dan tim pendukung semua yang berada di PBSI. Gelar ini saya persembahkan untuk Indonesia, bulutangkis Indonesia pastinya. Karena belakangan ini memang yang kita tahu, kita tengah menghadapi situasi yang amat berat dan saya harap bulutangkis Indonesia bisa segera membaik,” imbuh Alwi.
Di sisi lain, dua wakil Indonesia lainnya harus puas menempati posisi runner-up Australia Open 2026. Mereka adalah Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dari ganda putra, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dari ganda putri.
Ana/Trias tampil pertama mewakili kiprah Indonesia di final Australia Open 2026, mereka menghadapi unggulan pertama turnamen asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian.

Ana/Trias sejatinya tampil luar biasa, namun agresifitas unggulan pertama turnamen asal China itu sulit dibendung, hingga akhirnya Ana/Trias kalah 22-24 dan 13-21.
Kemudian Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani jadi penampil terakhir di babak final, mereka melawan Chen Bo Yang/Liu Yi asal China.
Pertandingan tersebut sedianya merupakan laga ideal, karena Sabar/Reza merupakan unggulan ke-3, sedangkan Chen/Liu unggulan ke-4 turnamen.



