Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengatakan bahwa pembangunan nasional harus selalu berpijak pada cetak biru yang telah dirumuskan dalam konstitusi. Kepala Negara mengibaratkan pembangunan bangsa seperti pembangunan sebuah gedung yang memerlukan rancangan yang jelas agar dapat berdiri kokoh dan berfungsi sebagaimana mestinya.
“Kita telah meninggalkan sendi-sendi yang paling penting yaitu sendi rancang bangun bangsa. Bagaimana kita mau mendirikan gedung tanpa suatu blueprint, tanpa suatu gambar teknis. Kalau kita menyimpang dari blueprint, dari cetak biru, kita menyimpang, gedung itu runtuh. Kita sudah diberi rancang bangun blueprint, tapi kita pura-pura bahwa itu tidak penting,” ungkap Presiden Prabowo.


