DEN Usul Prabowo Genjot Devisa dari Pekerja Migran dan Wisatawan Asing

Salah satu kebijakan yang sebenarnya tidak butuh anggaran adalah memberikan bebas visa kunjungan misalnya ke beberapa negara yang memang pendapatannya tinggi dan memang tertarik untuk datang ke Indonesia.

0 Shares

JAKARTA – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengusulkan sejumlah langkah untuk memperkuat cadangan devisa Indonesia di tengah tekanan global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Salah satu yang didorong adalah peningkatan remitansi pekerja migran Indonesia serta mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara.

Anggota sekaligus Direktur Eksekutif Bidang Percepatan Program Prioritas Ekonomi DEN, Mochammad Firman Hidayat mengatakan usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi memperkuat neraca pembayaran Indonesia.

“Kalau teman-teman lihat di neraca pembayaran kita, salah satu potensi yang masih bisa ditingkatkan adalah pendapatan sekunder. Ini adalah remitansi dari tenaga kerja kita di luar negeri,” kata Firman di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, kontribusi devisa dari pekerja migran Indonesia masih relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara lain di kawasan, khususnya Filipina yang selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan remitansi terbesar di dunia.

“Kalau kita bandingkan dengan Filipina jumlahnya masih lebih rendah Indonesianya,” ujarnya.

Karena itu, Firman menilai program pemerintah untuk meningkatkan jumlah pekerja migran berkualitas perlu terus diperkuat, terutama pada sektor-sektor yang memiliki permintaan tinggi di pasar global.

- Advertisement -

“Artinya program-program Bapak Presiden untuk meningkatkan pekerjaan migran berkualitas seperti perawat, electrician dan segala macam itu bisa membantu meningkatkan devisa ke depan,” jelasnya.

Selain remitansi, DEN juga menilai sektor pariwisata masih menyimpan potensi besar untuk menjadi sumber tambahan devisa negara.

Firman mengungkapkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara.

“Tahun lalu sekitar 15 juta wisatawan mancanegara. Vietnam 20 juta, Thailand 30 juta, Malaysia 40 juta,” ungkapnya.

Menurut dia, peningkatan jumlah wisatawan asing dapat memberikan dampak langsung terhadap penerimaan devisa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalau kita bisa meningkatkan wisman lebih tinggi dalam waktu ke depan, tentu ini akan bisa membantu meningkatkan devisa kita,” katanya.

DEN bahkan mengusulkan kebijakan yang dinilai dapat segera dilakukan tanpa membebani anggaran negara, yakni pemberian fasilitas bebas visa kunjungan bagi negara-negara tertentu yang memiliki tingkat pendapatan tinggi dan potensi besar mengirim wisatawan ke Indonesia.

“Salah satu kebijakan yang sebenarnya tidak butuh anggaran adalah memberikan bebas visa kunjungan misalnya ke beberapa negara yang memang pendapatannya tinggi dan memang tertarik untuk datang ke Indonesia,” tuturnya.

Firman menambahkan sejumlah negara di kawasan ASEAN telah lebih dahulu menerapkan kebijakan serupa untuk menarik wisatawan asing dan meningkatkan penerimaan devisa dari sektor pariwisata.

“Ini saya kira beberapa negara ASEAN juga sudah menerapkan,” pungkasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU