HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap tanggal 8 Juni, dunia memperingati Hari Laut Sedunia atau World Oceans Day. Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa lautan bukan hanya hamparan air yang luas, tetapi juga sumber kehidupan yang menopang manusia dan seluruh makhluk hidup di Bumi.
Melalui peringatan yang digelar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), masyarakat dunia diajak untuk memahami dampak aktivitas manusia terhadap lautan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut agar tetap lestari.
Lautan Menjadi Penopang Kehidupan di Bumi
Lautan memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Samudra menutupi lebih dari 70 persen permukaan Bumi dan berfungsi mengatur iklim, cuaca, serta siklus air yang menopang kehidupan manusia.
Tidak hanya itu, laut juga menghasilkan sedikitnya 50 persen oksigen yang ada di planet ini. Berbagai sumber pangan yang dikonsumsi manusia pun banyak berasal dari laut, termasuk protein yang menjadi kebutuhan utama lebih dari satu miliar penduduk dunia.
Sejak dahulu, lautan juga menjadi jalur perdagangan dan transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah di dunia. Karena itu, kesehatan laut sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara global.
Kondisi Lautan Dunia Kian Mengkhawatirkan
Di balik manfaat besar yang diberikan, kondisi lautan saat ini menghadapi berbagai ancaman serius. Polusi plastik, penangkapan ikan berlebihan, serta meningkatnya pengasaman laut telah menyebabkan kerusakan ekosistem yang semakin luas.
PBB mencatat sekitar 90 persen populasi ikan besar dunia telah mengalami penurunan drastis.
Selain itu, sekitar 50 persen terumbu karang dunia telah rusak akibat berbagai tekanan lingkungan dan aktivitas manusia.
Kerusakan tersebut tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati laut, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat pesisir dan sektor perikanan yang bergantung pada sumber daya laut.
Sejarah Hari Laut Sedunia
Gagasan Hari Laut Sedunia pertama kali muncul dalam Konferensi Tingkat Tinggi Bumi atau Earth Summit di Rio de Janeiro, Brasil, pada tahun 1992.
Tujuan utamanya adalah untuk merayakan samudra yang menjadi milik bersama seluruh umat manusia sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga laut bagi generasi mendatang.
Kemudian, melalui Resolusi 63/111 yang disahkan pada 5 Desember 2008, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan tanggal 8 Juni sebagai Hari Laut Sedunia yang diperingati setiap tahun.
Tema Hari Laut Sedunia 2026: Reimagine
Pada peringatan Hari Laut Sedunia 2026, PBB mengangkat tema “Reimagine”.
Tema ini mengajak masyarakat dunia untuk mengubah cara pandang terhadap laut. Selama ini, lautan sering dianggap sebagai sumber daya yang bisa terus dieksploitasi. Padahal, laut merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari manusia.
“Reimagine” sebagai tema Hari Laut Sedunia 2026, mengajak kita untuk mengubah cara kita memandang dan merawat lautan.
Melalui tema tersebut, PBB mendorong masyarakat dunia untuk tidak hanya menikmati manfaat laut, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga dan memulihkan kesehatannya.
Saatnya Menjadi Penjaga Masa Depan Lautan
Hari Laut Sedunia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen global dalam melindungi ekosistem laut.
Upaya tersebut dapat dimulai dari langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendukung praktik perikanan berkelanjutan, hingga menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
Lautan telah memberikan kehidupan bagi manusia selama ribuan tahun. Kini, saatnya manusia memberikan kembali dengan menjaga dan melindungi laut agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi masa depan.


