Warga Jerman Beralih ke Mobil Listrik, Penjualannya Nyaris Tiga Kali Lipat

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kenaikan harga bahan bakar yang terjadi akibat konflik di Timur Tengah mulai mengubah pola konsumsi masyarakat Jerman. Salah satu dampak paling terlihat adalah melonjaknya permintaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bekas sepanjang tahun 2026.

Majalah Der Spiegel, mengutip data Otoritas Transportasi Motor Federal Jerman (KBA) yang dikutip Holopis.com, Rabu (3/6/2026), melaporkan hampir 120.000 mobil listrik bekas terjual selama empat bulan pertama 2026.

Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan awal 2024.

Lonjakan ini menunjukkan semakin banyak warga Jerman yang memilih kendaraan listrik sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang harganya terus meningkat.

Tak hanya dari sisi penjualan, pangsa pasar kendaraan listrik bekas juga mengalami pertumbuhan signifikan. Data dari International Council on Clean Transportation (ICCT) mencatat porsi mobil listrik di pasar mobil bekas Jerman naik dari 3 persen menjadi 7,7 persen dalam periode April 2025 hingga April 2026.

Menurut laporan tersebut, peningkatan minat terhadap kendaraan listrik semakin terlihat setelah konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga energi global.

- Advertisement -

Konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada akhir Februari. Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Meski Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, upaya perundingan lanjutan belum menghasilkan kesepakatan yang berarti.

Situasi tersebut berdampak besar terhadap pasokan energi dunia. Eskalasi konflik menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara.

Akibat gangguan distribusi energi tersebut, harga bahan bakar melonjak di banyak negara, termasuk Jerman. Kondisi ini membuat kendaraan listrik bekas semakin diminati karena dianggap lebih hemat biaya operasional dibandingkan mobil berbahan bakar minyak.

Tren tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa gejolak geopolitik global kini semakin memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih kendaraan, sekaligus mempercepat transisi menuju mobilitas ramah lingkungan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU