Sempat Diblokir Gegara Sesium 137, Kini Udang Indonesia Resmi Bisa Masuk Arab Saudi Lagi

0 Shares

JAKARTA, Holopis.com – Setelah sempat diblokir akibat isu Sesium 137, Arab Saudi kini resmi membuka kembali impor udang Indonesia mulai Mei 2026.

Setelah sempat terhenti selama sekitar delapan bulan akibat isu kontaminasi Sesium 137, ekspor udang dan produk udang asal Indonesia akhirnya kembali bisa masuk ke pasar Arab Saudi.

Keputusan ini menjadi angin segar bagi industri perikanan nasional yang sebelumnya terdampak penghentian izin ekspor oleh otoritas setempat.

Saudi Food and Drug Authority (SFDA) resmi membuka kembali akses impor udang Indonesia pada Minggu, 24 Mei 2026.

Dengan keputusan tersebut, eksportir nasional kini kembali mendapat peluang untuk mengirim produk perikanan ke salah satu pasar potensial di kawasan Timur Tengah.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, menyebut keputusan tersebut sebagai kabar baik bagi dunia usaha, khususnya pelaku industri udang nasional.

- Advertisement -

Ia pun meminta eksportir segera memanfaatkan momentum pembukaan pasar tersebut untuk meningkatkan volume ekspor.

“Keputusan SFDA yang membuka kembali izin ekspor udang dan produk udang dari Indonesia merupakan kabar baik. Dengan terbukanya peluang tersebut, kami mengajak eksportir udang dan produk udang untuk kembali menggencarkan ekspor ke Arab Saudi,” ujar Budi Santoso dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Menurut Mendag, pemerintah selama ini terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Arab Saudi agar larangan ekspor tersebut dapat dicabut.

Upaya itu dilakukan demi menjaga keberlanjutan ekspor produk perikanan Indonesia di pasar global.

Sebelumnya, ekspor udang Indonesia ke Arab Saudi dihentikan sejak 7 September 2025.

Penghentian dilakukan setelah muncul isu terkait dugaan kontaminasi radioaktif Sesium 137 pada produk udang asal Indonesia.

Kasus tersebut membuat SFDA menangguhkan izin ekspor empat perusahaan Indonesia.

Dampaknya cukup terasa bagi eksportir karena akses pasar ke Arab Saudi praktis tertutup selama berbulan-bulan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan pemerintah Indonesia langsung bergerak cepat merespons persoalan itu dengan membuka dialog bersama SFDA.

Pemerintah, kata Puntodewi, menyampaikan berbagai dokumen dan laporan ilmiah yang membuktikan bahwa produk udang Indonesia aman untuk dikonsumsi dan memenuhi standar keamanan pangan internasional.

“Indonesia menyampaikan laporan yang mendukung keamanan produk udang Indonesia sebagai pertimbangan membebaskan kembali masuknya udang Indonesia ke Arab Saudi,” ujar Puntodewi.

Ia menambahkan, berdasarkan keputusan terbaru dari SFDA, izin empat eksportir yang sebelumnya dibekukan kini telah kembali aktif.

Artinya, perusahaan-perusahaan tersebut sudah dapat kembali melakukan pengiriman produk ke Arab Saudi.

Keberhasilan pembukaan kembali akses ekspor ini tidak lepas dari kerja sama lintas kementerian dan lembaga.

Proses negosiasi dilakukan secara intensif oleh berbagai pihak, mulai dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh dan Atase Perdagangan RI di Arab Saudi.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga menerapkan prosedur sertifikasi bebas Sesium 137 terhadap produk yang akan diekspor.

Sertifikasi tersebut sebelumnya telah diterapkan untuk kebutuhan ekspor ke Amerika Serikat dan kini digunakan sebagai standar tambahan untuk pasar Arab Saudi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor terhadap kualitas dan keamanan produk perikanan Indonesia.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 63 perusahaan produk ikan dan 18 perusahaan produk olahan ikan Indonesia telah terdaftar di SFDA.

Seluruh perusahaan tersebut kini diperbolehkan kembali mengekspor produk ke Arab Saudi selama mengikuti prosedur sertifikasi yang berlaku.

Pembukaan kembali pasar Arab Saudi menjadi peluang besar bagi industri udang nasional yang beberapa waktu terakhir menghadapi tantangan berat di pasar ekspor.

Apalagi, Arab Saudi dikenal sebagai salah satu negara dengan permintaan produk makanan laut yang cukup tinggi di kawasan Timur Tengah.

Pelaku usaha berharap keputusan ini dapat mendorong pemulihan ekspor udang Indonesia sekaligus memperluas pasar produk perikanan nasional di luar negara tujuan tradisional seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China.

Di sisi lain, pemerintah juga meminta eksportir tetap menjaga kualitas produk dan konsisten menerapkan standar keamanan pangan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Dengan begitu, daya saing produk udang Indonesia di pasar internasional bisa terus terjaga.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU