AS Waspada Tingkat Tinggi, Ancaman Drone Bayangi Pesta Piala Dunia 2026

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menjelang bergulirnya Piala Dunia FIFA 2026, aparat keamanan Amerika Serikat (AS) mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman baru. Ancaman itu seperti serangan drone ilegal.

Kepolisian New York atau NYPD mengumumkan telah menggelontorkan dana sebesar 6,5 juta dolar AS untuk membeli perangkat khusus penangkal drone. Langkah itu demi mengamankan rangkaian acara Piala Dunia yang akan berlangsung bulan depan.

Langkah besar ini dilakukan setelah polisi New York peroleh kewenangan baru untuk menjatuhkan drone yang dianggap membahayakan keselamatan publik. Sebelumnya, kewenangan tersebut hanya dimiliki pemerintah federal AS.

Komisaris NYPD Jessica Tisch menyebut kemampuan baru ini sebagai terobosan operasional yang lahir dari pengesahan Undang-Undang Safer Skies oleh Kongres AS pada Desember lalu.

“Selama beberapa bulan terakhir, kami telah membeli peralatan mitigasi drone senilai enam setengah juta dolar,” kata Tisch dikutip dari New York Post, Selasa, (26/5/2026).

Dia mengungkapkan personel NYPD juga telah menjalani latihan bersama FBI untuk menghadapi ancaman drone selama gelaran FIFA 2026 di kawasan New York.

- Advertisement -

“Petugas kami baru-baru ini menyelesaikan pelatihan dengan FBI dan sekarang. Kami sedang menyelesaikan rencana untuk bekerja sama dengan FBI dalam operasi mitigasi drone di Kota New York selama acara terkait FIFA,” ujarnya.

Namun, demi alasan keamanan, pihak kepolisian menolak mengungkap detail lokasi maupun waktu operasi anti-drone tersebut.

“Untuk alasan keamanan yang jelas, kami tidak akan membahas kapan atau di mana operasi tersebut akan berlangsung,” kata Tisch.

Dia bilang pihaknya tak akan mengkompromikan integritas rencana keamanan New York. Pun, warga New York harus mengetahui hal ini.

“Kami sedang mempersiapkan diri menghadapi ancaman ini dengan keseriusan yang dibutuhkan,” tutur Tisch.

Kekhawatiran aparat keamanan AS muncul seiring meningkatnya penggunaan drone dalam berbagai konflik global beberapa tahun terakhir.

Wakil Komisaris Intelijen dan Kontraterorisme NYPD Rebecca Weiner mengatakan perkembangan teknologi drone telah menciptakan ancaman baru yang sangat nyata.

“Ukraina adalah satu wilayah, Hizbullah, Hamas, dan Israel adalah wilayah lain,” kata Weiner.

“Teknologi ini telah berkembang dengan kecepatan yang memperbanyak ancaman,” tutur Weiner.

Menurutnya, ancaman drone bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan sudah menjadi ancaman nyata yang terjadi di berbagai belahan dunia.

“Ini bukan ancaman hipotetis. Ini adalah ancaman nyata yang sedang terjadi di tempat lain,” ujarnya.

Weiner menambahkan bahwa kepolisian lokal kini diwajibkan memiliki perangkat yang kompatibel dengan sistem federal agar bisa menghadapi ancaman udara secara efektif.

Peringatan keras juga disampaikan FBI kepada masyarakat yang mencoba menerbangkan drone di sekitar area pertandingan Piala Dunia 2026.

Asisten Direktur FBI Jim Barnacle menegaskan pemerintah akan menetapkan zona larangan terbang sementara di sekitar lokasi pertandingan dan area sensitif lainnya.

“Pemerintah akan menetapkan pembatasan penerbangan sementara di sekitar acara khusus di lokasi sensitif untuk menjaga keselamatan publik,” kata Barnacle.

Ia memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap aturan tersebut bisa berujung hukuman pidana berat.

“Terbang di area ini bukan hanya berbahaya, tetapi juga merupakan kejahatan federal. Pelanggar dapat dikenakan denda pidana hingga 100 ribu dolar AS dan penjara, serta penyitaan drone Anda,” jelasnya.

Pertandingan Piala Dunia di wilayah New York sendiri akan dipusatkan di Stadion MetLife, New Jersey, yang berjarak sekitar 10 mil dari Midtown Manhattan.

Selain ancaman drone, aparat keamanan AS juga meningkatkan pengawasan terhadap berbagai potensi kejahatan lain selama musim panas 2026. Hal itu termasuk terorisme dan perdagangan manusia.

Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York, Jay Clayton, memastikan pihaknya akan bersiaga penuh selama turnamen berlangsung.

“Kami akan segera menyelidiki setiap potensi kasus terorisme, perdagangan seks, dan kejahatan federal lainnya,” katanya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU