Trump Beberkan Negosiasi Rahasia AS-Iran, Sanksi Minyak Bisa Dicabut

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim upaya diplomatik untuk meredakan konflik berkepanjangan antara Washington dan Teheran kini memasuki tahap akhir. Pernyataan itu memicu harapan baru terhadap kemungkinan meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah berbulan-bulan konflik dan tekanan geopolitik.

Trump menyebut sebuah nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait perdamaian telah sebagian besar dinegosiasikan bersama Iran dan sejumlah negara kawasan. Salah satu poin utama dalam rancangan kesepakatan itu adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dan gas dunia yang selama konflik berlangsung praktis terganggu.

“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain,” tulis Trump melalui platform Truth Social dikutip dari Aljazeera pada Senin, (25/5/2026).

Menurut Trump, pembahasan tersebut melibatkan sejumlah negara penting di kawasan, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, hingga Bahrain.

Ia juga mengungkapkan telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyebut pembicaraan itu berjalan sangat baik”.

Selat Hormuz Jadi Titik Kunci

Dalam proposal yang dibahas, Selat Hormuz jadi salah satu fokus utama karena jalur tersebut merupakan urat nadi perdagangan energi global. Trump menyebut pembukaan kembali jalur pelayaran itu akan menjadi bagian dari ‘Nota Kesepahaman terkait Perdamaian’.

- Advertisement -

Sumber yang dikutip media internasional menyebut kerangka kesepakatan dirancang berlangsung secara bertahap. Tahapan pertama mencakup penghentian resmi perang, diikuti penyelesaian krisis Selat Hormuz, lalu pembukaan negosiasi lanjutan selama 30 hari guna membahas kesepakatan damai yang lebih permanen.

Negosiasi tersebut disebut masih memungkinkan diperpanjang jika seluruh pihak membutuhkan waktu tambahan untuk mencapai kesepakatan final.

Laporan dari Axios mengungkap Washington dan Teheran disebut semakin dekat dengan kesepakatan strategis yang mencakup pelonggaran sejumlah hambatan ekonomi terhadap Iran.

Dalam draf perjanjian itu, kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dikabarkan akan dibebaskan dari bea masuk tertentu. Sebagai gantinya, Iran diperbolehkan kembali menjual minyak secara lebih bebas di pasar internasional.

Sebagai bagian dari kompromi, AS juga disebut akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran serta menghapus sebagian sanksi terhadap sektor minyak negara tersebut.

Axios, mengutip seorang pejabat AS, juga menyebut Iran diminta memberikan komitmen untuk tidak pernah mengejar pengembangan senjata nuklir.

Meski Trump menyampaikan optimisme tinggi, pejabat Iran menegaskan masih terdapat sejumlah perbedaan mendasar yang belum terselesaikan.

Teheran disebut belum sepenuhnya sepakat terkait status Selat Hormuz, masa depan program nuklir Iran, hingga konflik yang melibatkan kelompok-kelompok sekutu Iran di Lebanon.

Sementara itu, laporan New York Times menyebut draf kesepakatan juga memuat komitmen yang jelas dari Iran untuk menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya tinggi.

Media tersebut, mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, menyatakan mekanisme pemindahan maupun pelepasan uranium itu masih akan dibahas lebih lanjut dalam tahap negosiasi berikutnya.

Perbedaan sikap terkait isu nuklir inilah yang diyakini menjadi salah satu hambatan terbesar sebelum kesepakatan benar-benar diumumkan secara resmi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU