HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat semenjak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa itu dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dalam durasi cukup lama.
“Kondisi itu menyebabkan Sungai Rengas dan Cijayanti meluap hingga melimpas ke permukiman warga. Kejadian banjir ini juga diperparah oleh drainase air yang kurang baik,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (25/5).
Wilayah yang terdampak mencakup dua desa, yaitu Desa Waru Jaya di Kecamatan Parung dan Desa Cijayanti di Kecamatan Babakan Madang.
“Sebanyak 611 jiwa dari 178 kepala keluarga (KK) yang terdampak harus mengungsi ke rumah kerabat atas kejadian ini,” ujarnya.
Abdul memastikan, pada Minggu malam (24/5) genangan berangsur surut dan sebagian warga membersihkan secara mandiri.
Masih di Kabupaten Bogor, angin kencang melanda dua desa di dua kecamatan, yaitu Desa Cibeuteung Muara di Kecamatan Ciseeng dan Desa Tamansari di Kecamatan Rumpin.
Fenomena ini terjadi pada Minggu (24/5), pukul 13.30 WIB. Sebanyak 320 jiwa dari 92 KK terdampak dan 4 KK harus mengungsi.
“Kerugian materiil yang ditimbulkan meliputi rumah rusak berat 1 unit, rusak sedang 8 unit dan rusak ringan 83 unit,” terangnya.
Pasca angin kencang petugas BPBD dengan bantuan warga telah membersihkan pohon tumbang. Di samping itu, warga yang rumahnya rusak telah memperbaikinya secara mandiri.
Merespons bencana hidrometeorologi basah yang masih terjadi pada pekan kelima Mei 2026, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga.
Di sisi lain, memasuki bulan Juni, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi curah hujan pada kategori menengah hingga rendah.
“Namun demikian, BNPB meminta semua pihak untuk mewaspadai setiap jenis ancaman, baik hidrometeorologi basah, kering maupun bahaya geologi,” imbaunya.


