HOLOPIS.COM, JAKARTA – Willem II memastikan comeback ke Eredivisie hanya setahun setelah terdegradasi. Klub asal Tilburg itu sukses merebut tiket promosi usai menumbangkan FC Volendam melalui drama adu penalti dalam final play-off promosi dan degradasi Liga Belanda.
Mengutip dari media Belanda, metronieuws, Minggu, (24/5/2026), laga yang berlangsung dengan penuh tensi itu berakhir dimenangi Willem II dengan skor 2-1 setelah perpanjangan waktu. Hasil itu membuat agregat menjadi imbang dan pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.
Pada akhirnya, Willem II keluar sebagai pemenang dan memastikan kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Belanda musim depan.
Sebaliknya, hasil ini menjadi pukulan besar bagi FC Volendam yang harus kembali turun kasta setelah hanya semusim bermain di Eredivisie.
Di laga krusial ini, pemain Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On diturunkan Willem II sejak menit awal. Dia diganti di menit 106 saat perpanjangan Waktu.
Nathan Tjoe-A-On pun membukukan prestasi apik karena membawa klub yang dibelanya promosi ke Eredivisie musim depan.
Pun, kekalahan Volendam tersebut juga memperpanjang rekor buruk klub-klub Eredivisie dalam play-off degradasi. Sudah sembilan tahun tidak ada tim kasta tertinggi yang berhasil bertahan melalui jalur play-off.
Dalam beberapa musim terakhir, tim dari Divisi Eerste justru lebih dominan dalam perebutan tiket promosi.
Volendam sebenarnya datang dengan modal bagus setelah menang 2-1 pada leg pertama di Tilburg. Namun, keunggulan itu langsung sirna saat laga baru berjalan di Stadion Kras.
Willem II membuka keunggulan lewat Siegert Baartmans setelah memanfaatkan buruknya pertahanan Volendam dalam situasi sepak pojok pendek.
Tekanan Willem II terus berlanjut. Setelah 15 menit pertandingan berjalan, tim tamu sukses menggandakan keunggulan menjadi 0-2 melalui Finn Stam.
Gol tersebut lahir setelah Stam merebut bola dari Gibson Yah yang terjatuh usai kepalanya terkena bola. Meski pemain Volendam sempat meminta pelanggaran, pertandingan tetap dilanjutkan hingga Stam berhasil menuntaskan peluang ke sudut dekat gawang.
Gol kedua itu membuat ribuan pendukung Willem II yang hadir langsung berpesta di tribun.
Volendam baru mampu bangkit menjelang turun minum. Yannick Leliendal memperkecil ketertinggalan lewat tendangan jarak jauh lima menit sebelum babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Volendam tampil lebih agresif dan mulai mendominasi permainan.
Striker veteran Robert Mühren, yang menjalani laga terakhirnya sebagai pesepak bola profesional, nyaris menjadi penyelamat tim tuan rumah. Namun tendangannya membentur tiang gawang sekitar 15 menit sebelum waktu normal berakhir.
Karena tidak ada tambahan gol, pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan.
Di masa extra time, Volendam kembali mendapat momen dramatis ketika Mühren sempat mencetak gol yang dianggap sebagai penutup sempurna kariernya. Namun setelah tinjauan VAR, gol tersebut dianulir akibat pelanggaran dalam proses terjadinya gol.
Meski terus menjadi ancaman paling berbahaya bagi Willem II, Mühren gagal mencetak gol tambahan hingga pertandingan berakhir.
Drama kemudian berlanjut ke babak adu penalti. Penendang Volendam, Nordin Bukala, gagal menjalankan tugasnya. Sementara Willem II tampil sempurna hingga akhirnya kiper Thomas Didillon-Hödl sukses mengeksekusi penalti penentu kemenangan.
Gol sang kiper memastikan Willem II kembali ke Eredivisie sekaligus menutup malam penuh drama yang menghancurkan FC Volendam di kandang sendiri.


