HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ajang tahunan sektor minyak, gas, dan energi terbesar di Indonesia, IPA Convention & Exhibition kembali digelar pada 20–22 Mei 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD. Mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”, pameran ini menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri energi untuk memperkenalkan inovasi terbaru sekaligus memperkuat kerja sama menghadapi tantangan transisi energi global.
Ratusan perusahaan dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian dalam gelaran tersebut. Salah satunya adalah PT Inti Sinar Pelangi Energi yang memanfaatkan momentum IPA Convex 2026 untuk memperkenalkan berbagai layanan dan teknologi unggulan di bidang minyak dan gas, efisiensi konstruksi, hingga pengembangan teknologi digital berbasis drone.
“Kami bergerak di bidang oil and gas dan teknologi efisiensi konstruksi. Untuk oil and gas, kami fokus pada drilling onshore maupun offshore, khususnya manpower offshore dan onshore. Kami juga melayani klien luar negeri seperti Abu Dhabi, Amerika, hingga Singapura,” ujar Presiden Director PT Inti Sinar Pelangi Energi, Wolter Malohing, saat ditemui di booth perusahaan pada hari kedua pameran, Kamis (21/5).
Fokus pada Manpower dan Drilling Migas
Menurut Wolter, perusahaan selama ini berfokus pada penyediaan layanan drilling serta kebutuhan tenaga kerja profesional untuk proyek energi, baik di dalam maupun luar negeri. Pengalaman panjang dalam pengelolaan manpower disebut menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan dalam menjawab kebutuhan industri migas yang terus berkembang.
Sejak 2010, perusahaan telah menangani berbagai kebutuhan tenaga kerja untuk sejumlah proyek energi nasional dan internasional. Tidak hanya proses rekrutmen, PT Inti Sinar Pelangi Energi juga mengelola pelatihan hingga mobilisasi tenaga kerja agar sesuai dengan standar industri migas global.
Drone untuk Inspeksi dan Efisiensi Industri
Selain sektor minyak dan gas, perusahaan juga menghadirkan berbagai inovasi teknologi yang menjadi perhatian pengunjung selama pameran berlangsung. Salah satu teknologi yang dipamerkan adalah drone multifungsi yang dirancang untuk membantu pekerjaan industri secara lebih efektif dan efisien.
Wolter menjelaskan, teknologi drone tersebut dapat dimanfaatkan untuk pemetaan perkebunan, menghitung jumlah pohon sawit, hingga melakukan inspeksi infrastruktur offshore. Menariknya, inspeksi dapat dilakukan tanpa harus mengirim penyelam ke bawah laut karena drone thermal mampu mendeteksi potensi kebocoran dari atas permukaan.
“Melalui teknologi drone, kita bisa mengetahui kondisi area perkebunan secara detail, termasuk menghitung jumlah pohon sawit. Selain itu, untuk offshore inspection, drone thermal kami bisa mendeteksi kebocoran dari atas tanpa perlu penyelam turun ke laut,” katanya.
Smart Board dan Transformasi Digital
Tidak hanya itu, perusahaan juga memperkenalkan smart board modern dengan fitur digital interaktif yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan presentasi dan komunikasi bisnis. Teknologi tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman kerja yang lebih praktis dan modern di tengah percepatan transformasi digital industri.
Di sela pameran, Wolter turut mengapresiasi dukungan pemerintah serta Indonesian Petroleum Association yang terus menghadirkan ruang kolaborasi bagi pelaku industri energi nasional. Ia menilai keberadaan IPA Convex menjadi salah satu momentum penting untuk mempertemukan inovasi, investasi, dan peluang kerja sama lintas sektor di Indonesia.


