Lewat Pilar ORIK, Kemenpar Optimistis Kejar Target 17,6 Juta Wisman di Tahun 2026

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA — Kementerian Pariwisata menyepakati langkah konkret penguatan kolaborasi lintas sektor melalui penerapan pilar ORIK dalam penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 di Jakarta.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa penerapan pilar yang mencakup Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi, dan Keberlanjutan ini dirancang untuk memastikan kebijakan pariwisata nasional tetap tangguh.

Melalui forum yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026 tersebut, kementerian meluncurkan Matriks Tindak Lanjut 2026 yang mengintegrasikan berbagai program strategis lintas kementerian dan lembaga.

Langkah strategis ini diambil guna mengejar target kunjungan hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara serta pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 1,18 miliar perjalanan sepanjang tahun ini.

“Kami menetapkan skema kinerja untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas serta memperkuat sinergi melalui berbagai dokumen aksi bersama sebagai quick wins,” ujar Ni Luh Puspa dalam penutupan acara, Kamis (21/5/2026).

Ia menambahkan bahwa akselerasi implementasi Undang-Undang Kepariwisataan dan kerangka RIPPARNAS harus segera direalisasikan sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata masa depan.

- Advertisement -

Pencapaian target-target tersebut diharapkan bukan sekadar angka statistik, melainkan representasi dari terbukanya lapangan kerja baru serta peningkatan ekonomi masyarakat daerah.

Upaya akselerasi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Dalam Negeri yang berkomitmen menyelaraskan regulasi daerah demi mempermudah iklim investasi sektor pariwisata.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengidentifikasi dan mereviu berbagai kebijakan daerah yang selama ini dinilai menghambat pengembangan potensi wisata.

“Kemendagri siap berkolaborasi membangun co-creation bersama seluruh insan pariwisata guna mengurai kendala perhotelan, perpajakan, maupun aturan administratif lainnya,” kata Bima Arya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakornas, Frans Teguh, menjelaskan bahwa seluruh kesepakatan hasil pertemuan ini diikat dalam sebuah dokumen hidup (living document).

Dokumen tersebut nantinya akan dievaluasi secara dinamis agar seluruh unit kerja di kementerian dan mitra strategis dapat menjalankan program yang teratur.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik arah kebijakan ini dengan langsung mengadopsi pilar ORIK ke dalam program kerja lokal mereka.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, memaparkan strategi daerahnya yang meliputi pembuatan paket wisata terpadu hingga penerapan konsep pariwisata regeneratif.

Sebagai wujud nyata pilar keberlanjutan, Rakornas ini juga ditutup dengan Deklarasi Gerakan Keberlanjutan melalui komitmen pengelolaan pariwisata berbasis konservasi di berbagai wilayah Indonesia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU