JAKARTA – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai pamor politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo mulai mengalami penurunan setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara.
Menurut Jerry, berbagai kontroversi yang muncul selama satu dekade pemerintahan Jokowi dinilai ikut memengaruhi persepsi publik terhadap warisan politik mantan wali kota Solo tersebut.
“Perlahan nama Jokowi mulai tenggelam, pengaruh dia di pemerintahan Prabowo mulai redup,” kata Jerry dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Ia menyoroti sejumlah kasus hukum yang menyeret mantan pejabat di era pemerintahan Jokowi, termasuk dugaan kasus korupsi yang melibatkan beberapa mantan menteri.
Jerry juga menyinggung besarnya utang negara selama periode pemerintahan Jokowi serta proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menurutnya belum menunjukkan hasil signifikan meski telah menyerap anggaran besar.
Menurut dia, putusan Mahkamah Konstitusi terkait status ibu kota negara menjadi pukulan politik bagi Jokowi yang selama ini menjadikan pembangunan IKN sebagai salah satu proyek strategis nasional.
“Ini pukulan telak bagi Jokowi dan kekalahan terbesar baginya,” ujarnya.

Jerry menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai mengambil arah berbeda dan tidak sepenuhnya melanjutkan strategi politik maupun program prioritas Jokowi.
Ia juga mengaitkan rencana Jokowi berkeliling Indonesia dengan upaya meningkatkan elektabilitas putranya, Gibran Rakabuming Raka, serta mendongkrak dukungan terhadap Partai Solidaritas Indonesia menjelang Pemilu 2029.
Namun, Jerry meragukan langkah tersebut akan mampu mendongkrak kekuatan PSI secara signifikan.
“Saya yakin PSI tak akan pernah lolos Senayan walau Jokowi keliling 38 provinsi,” katanya.
Selain itu, Jerry menyebut sejumlah proses hukum yang menimpa tokoh-tokoh yang dianggap dekat dengan Jokowi semakin memperlihatkan berkurangnya pengaruh politik mantan presiden tersebut di tingkat nasional.

