HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap dampak kemanusiaan yang terus memburuk imbas perang Rusia-Ukraina. Perang dua negara itu sudah berlangsung sejak Februari 2022.
Dalam laporan terbaru yang disampaikan di Dewan Keamanan PBB, sedikitnya 15.850 orang dilaporkan tewas selama invasi skala penuh Rusia ke Ukraina. Dari jumlah itu, 791 korban merupakan anak-anak.
Direktur Eropa dan Asia Tengah dari Departemen Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian PBB (DPPA), Kayoko Gotoh, mengatakan angka korban sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi dari data resmi yang telah terverifikasi.
“Angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi,” kata Kayoko Gotoh di hadapan Dewan Keamanan PBB dikutip dari Aljazeera, Rabu, (20/5/2026).
Pernyataan itu muncul di tengah mandeknya proses perundingan damai antara Rusia dan Ukraina. Upaya mediasi yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga belum menghasilkan perdamaian permanen.
Meski sempat diumumkan gencatan senjata selama tiga hari awal bulan ini, pertempuran kembali pecah di berbagai wilayah.
Gelombang serangan terbaru Rusia pada Selasa kembali menimbulkan korban jiwa di Ukraina.
Sedikitnya enam orang tewas dalam berbagai serangan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Salah satu korban adalah anak laki-laki berusia 15 tahun yang tewas akibat serangan rudal balistik Rusia di kota Pryluky, wilayah Chernihiv, Ukraina bagian tengah-utara.
Layanan Darurat Negara Ukraina menyebut serangan itu juga menewaskan dua warga lainnya.
Di wilayah Sumy, dua orang dilaporkan meninggal dunia setelah dua drone Rusia menyerang kota Hlukhiv di distrik Shostka pada Selasa pagi.
Informasi tersebut disampaikan Kantor Kejaksaan Wilayah Sumy melalui Facebook.
Serangan lain juga terjadi di kota Buryn, wilayah yang sama. Drone Rusia menghantam sebuah mobil sipil pada malam hari dan menewaskan satu orang serta melukai satu lainnya.
Kepala administrasi militer regional, Oleg Grigorov, mengatakan korban merupakan warga sipil yang berada di lokasi saat serangan terjadi.
Di sisi lain, Rusia juga melaporkan adanya serangan balasan dari Ukraina menggunakan drone.
Menurut Pelaksana Gubernur Belgorod, Alexander Shuvaev, dua orang tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan drone Ukraina di desa Borisovka selama 24 jam terakhir.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pihaknya berhasil mencegat dan menghancurkan 70 drone Ukraina hanya dalam rentang waktu enam jam, mulai pukul 05.00 hingga 11.00 GMT pada Selasa.
Drone-drone itu disebut menyerang sejumlah wilayah Rusia termasuk Semenanjung Krimea yang telah dianeksasi Moskow.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan beberapa drone yang menuju ibu kota berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai target.
Namun, serangan tetap menimbulkan dampak di beberapa daerah lain.
Gubernur wilayah Yaroslavl, Mikhail Yevrayev, menambahkan fasilitas industri mengalami kerusakan setelah dihantam drone Ukraina.
Sementara itu, di wilayah Bryansk, dua orang dilaporkan terluka dalam serangan terhadap sebuah SPBU di desa Smotrova Buda, distrik Klintsovsky.
Pelaksana Tugas Gubernur Bryansk, Yegor Kovalchuk, belum memastikan apakah serangan tersebut menggunakan drone atau rudal.
Situasi terbaru menunjukkan bahwa konflik Rusia-Ukraina masih jauh dari kata selesai.
Meski berbagai upaya diplomatik terus dilakukan, intensitas serangan di kedua pihak justru kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Korban sipil terus berjatuhan, sementara PBB memperingatkan bahwa jumlah korban sesungguhnya kemungkinan jauh lebih besar dibanding angka resmi yang sudah tercatat sejauh ini.

