JAKARTA, Holopis.com – Menjelang Idul Adha, umat Islam dianjurkan menjalankan 3 puasa sunnah yang diyakini penuh pahala dan dapat menghapus dosa dua tahun.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah.
Ada tiga puasa sunnah yang sangat dianjurkan sebelum Idul Adha, yakni Puasa Dzulhijjah, Puasa Tarwiyah, dan Puasa Arafah.
Masing-masing puasa memiliki keutamaan luar biasa, mulai dari pahala berlipat hingga pengampunan dosa.
Tak heran, amalan ini kembali viral dan ramai dibahas di media sosial setiap menjelang Idul Adha.
Puasa Dzulhijjah
Puasa Dzulhijjah dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah.
Puasa ini menjadi pembuka rangkaian ibadah sunnah sebelum Idul Adha dan dilakukan pada hari-hari yang sangat dimuliakan Allah SWT.
Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amal saleh yang lebih dicintai Allah selain amal yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
Keutamaan puasa ini bukan hanya mendatangkan pahala besar, tetapi juga menjadi momentum memperkuat spiritualitas dan meningkatkan ketakwaan menjelang Hari Raya Kurban.
Berikut niat Puasa Dzulhijjah:
“Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
Selain berpuasa, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah selama menjalankan amalan ini.
Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sehari sebelum Puasa Arafah.
Puasa sunnah ini juga memiliki keutamaan besar dan dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.
Dalam salah satu riwayat disebutkan:
“Puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun.”
Amalan ini dipercaya menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang Hari Raya Idul Adha.
Berikut bacaan niat Puasa Tarwiyah:
“Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Meski bersifat sunnah, banyak umat Islam rutin menjalankan Puasa Tarwiyah karena diyakini membawa keberkahan dan pahala besar.
Puasa Arafah
Puasa Arafah menjadi puasa sunnah paling populer menjelang Idul Adha.
Puasa ini dilakukan pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah oleh jamaah haji.
Keutamaan Puasa Arafah sangat luar biasa. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
Hadis tersebut membuat Puasa Arafah selalu menjadi amalan yang paling dinantikan umat Muslim setiap menjelang Idul Adha.
Berikut niat Puasa Arafah:
“Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar pada Hari Arafah karena diyakini sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa.
Dengan menjalankan tiga puasa sunnah ini, umat Islam diharapkan dapat menyambut Idul Adha dengan hati yang lebih bersih, penuh keikhlasan, dan semakin dekat kepada Allah SWT.


