HOLOPIS.COM, JAKARTA – Semen Padang harus menerima kekalahan telak atas Persebaya Surabaya pada lanjutan Super League, dengan skor 7-0 tanpa balas. Pelatih Kabau Sirah, Imran Nahumarury menilai butuh 200 persen kemampuan untuk mengalahkan Bajul Ijo.
Seperti yang telah diketahui bersama, pertandingan Semen Padang vs Persebaya Surabaya berlangsung d Stadion H. Agus Salim, pada Jumat (15/5/2026) sore WIB.
Dalam pertandingannya, Persebaya sudah unggul 2-0 di babak pertama lewat torehan Francisco Rivera dan Arief Catur. Kemudian Bajul Ijo menggila di babak kedua, lima gol berhasil diciptakan sekaligus berkat torehan Bruno, Perovic, serta hattrick Bruno Paraiba.
Hasil tersebut jadi kekalahan terakhir Semen Padang di laga home musim ini, yang sekaligus di Super League. Mengingat, Kabau Sirah sudah dipastikan terdegradasi karena terpuruk di peringkat 17 klasemen saat ini.
Tak hanya itu, hasil tersebut jadi kekalahan terbesar yang terjadi di kompetisi Super League musim 2025/2026, dimana sebelumnya juga tercipta laga dengan skor yang sama saat PSBS Biak digulung Malut United FC di pekan ke-30.
“Tidak ada alasan apapun. Kita punya satu peluang, tapi tidak bisa menjadi gol. Lawan punya peluang dan berbuah gol. Namun pemain bisa main sampai selesai 90 menit, saya sudah senang. Tidak mudah melawan Persebaya, kita harus beri 200 persen kemampuan kita. Kita tidak siap, ya sudah,” kata Imran, seperti dikutip Holopis.com dari situs resmi I.League.
Meski begitu, Imran tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. “Saya tetap bangga dengan pemain meski hasil kita kecewa. Terima kasih juga untuk para fans yang sudah selalu memberikan dukungan. Saya mohon maaf,” tambahnya.
Mengenai komposisi pemain yang terbilang tak biasa yang diturunkan di laga kali ini, Imran Nahumarury menuturkan ini seperti yang dikatakannya sebelum laga. “Saya sudah sampaikan akan memberikan kesempatan kepada pemain yang minim menit bermainnya,” dia menegaskan.

