HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden China Xi Jinping kembali jadi pusat perhatian dunia setelah sukses menjamu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam kunjungan kenegaraan di Beijing. Pertemuan tingkat tinggi itu disebut berlangsung hangat dan produktif.
Ada upaya Xi memperkuat hubungan dua negara dengan simbol diplomasi yang kuat.
Pun, saat jamuan makan malam kenegaraan di Beijing, Trump secara terbuka memuji sambutan Xi Jinping dan menyebut pembicaraan keduanya berjalan sangat positif. Trump juga menyampaikan undangan resmi kepada Xi dan Ibu Negara China, Peng Liyuan, untuk berkunjung ke Gedung Putih pada September mendatang.
“Terima kasih sekali lagi, Presiden Xi, atas sambutan yang indah ini. Dan malam ini, merupakan kehormatan bagi saya untuk menyampaikan undangan kepada Anda dan Ibu Peng untuk mengunjungi kami di Gedung Putih pada tanggal 24 September mendatang dan kami menantikannya,” kata Trump dikutip dari Anadolu, Jumat, (15/5/2026).
Momen itu jadi simbol mencairnya komunikasi antara Washington dan Beijing di tengah dinamika geopolitik global yang terus memanas. Dalam suasana jamuan resmi, Trump bahkan mengangkat gelas untuk hubungan jangka panjang kedua negara.
“Ini adalah hubungan yang sangat istimewa. Dan saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi, ini merupakan periode waktu yang luar biasa. Terima kasih, Presiden Xi,” ujarnya.
Trump juga menilai rangkaian pembicaraan dengan delegasi China berjalan produktif dan menghasilkan banyak diskusi penting bagi kedua negara.
Menurut dia, pertemuan di Beijing juga positif untuk hubungan AS dan China.
“Malam ini adalah kesempatan berharga lainnya untuk membahas di antara teman-teman, beberapa hal yang kami bahas hari ini, semuanya baik untuk Amerika Serikat dan untuk Tiongkok dan merupakan kehormatan besar untuk bersama Anda,” katanya.
Xi Jinping sendiri tampil sebagai tuan rumah yang penuh simbol diplomatik. Pemerintah China memberikan sambutan megah kepada Trump selama kunjungan tiga hari di Beijing, mulai dari prosesi resmi hingga jamuan kenegaraan di Balai Besar Rakyat.
Bagi Beijing, kunjungan ini bukan sekadar agenda diplomatik biasa. Tapi, melainkan momentum penting untuk menunjukkan bahwa hubungan AS-China tetap menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam stabilitas global.
Trump juga menyinggung panjangnya sejarah hubungan rakyat AS dan China yang disebut telah terjalin sejak berdirinya Amerika Serikat. Menurutnya, kedua negara memiliki banyak kesamaan dalam nilai dan semangat membangun bangsa.
“Kedua negara memiliki banyak kesamaan. Dunia yang istimewa dengan kita berdua bersatu dan bersama,” lanjut Trump.
Kunjungan Trump ke China kali ini menjadi kunjungan pertama presiden AS yang sedang menjabat dalam sembilan tahun terakhir.
Pertemuan tersebut pun dipandang sebagai sinyal penting bahwa komunikasi antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia masih terus dijaga di tengah isu geopolitik internasional.



