Teh yang Kamu Minum Diam-Diam Sudah Berubah Rasa, Ilmuwan Bongkar Penyebabnya

0 Shares

JAKARTARasa teh yang selama ini kita nikmati ternyata tidak lagi seperti dulu. Para ilmuwan menemukan penyebab mengejutkan di balik perubahan ini.

Kalau kamu ngerasa akhir-akhir ini rasa teh jadi agak beda, lebih getir, atau nggak sehalus dulu, kamu nggak sendirian.

Para ilmuwan ternyata lagi kasih “alarm keras” yaitu perubahan iklim diam-diam sudah mulai mengubah cita rasa teh yang kita minum setiap hari!

Nggak main-main, kondisi ini bahkan bisa bikin teh dunia yang selama ini dikenal lembut dan stabil, berubah jadi lebih pahit, astringen, dan nggak konsisten.

Laporan terbaru yang dirangkum dari lembaga kemanusiaan Christian Aid menyebutkan kenaikan suhu global dan cuaca ekstrem sudah mengganggu keseimbangan alam di negara-negara produsen teh utama seperti Kenya, India, dan Sri Lanka.

Dalam laporan yang juga dikutip dari Sky News, disebutkan kalau perubahan iklim ini bikin senyawa alami di daun teh ikut berubah.

- Advertisement -

Padahal, rasa teh itu sangat bergantung pada “komposisi kimia alami” seperti katekin, asam amino, dan polifenol.

Begitu suhu naik, keseimbangan ini langsung kacau. Hasilnya? Rasa teh jadi lebih getir dan kehilangan manis alaminya.

Secara sederhana, daun teh itu sensitif banget sama cuaca.

Saat suhu terlalu panas, tanaman cenderung memproduksi lebih banyak senyawa astringen yang bikin rasa jadi sepet dan pahit di lidah.

Sebaliknya, senyawa yang bikin rasa teh jadi lembut dan sedikit manis justru menurun.

Nggak cuma itu, cuaca ekstrem juga ikut “mengacak-acak” hasil panen.

Hujan terlalu deras bisa mengencerkan kualitas daun teh, sementara kekeringan bikin tanaman stres dan menghasilkan daun yang lebih kecil serta kualitasnya turun.

Peneliti juga menyebut kalau tanaman teh sebenarnya butuh kondisi yang cukup spesifik yaitu suhu ideal sekitar 13°C hingga 30°C dengan curah hujan yang stabil.

Masalahnya sekarang, kondisi itu makin jarang ditemukan.

Bahkan di Eropa, petani teh ikut ketar-ketir.

Salah satunya Lucy George dari Peterston Tea di Wales Selatan, Inggris.

Ia bilang musim sekarang sudah nggak bisa ditebak lagi.

“Musim dingin lebih hangat, frost datang tiba-tiba, dan hujan nggak teratur,” keluhnya.

Akibatnya, keseimbangan rasa teh jadi sulit dijaga.

Di Kenya, khususnya wilayah Kericho County, petani teh skala kecil mulai merasakan dampak paling nyata.

Salah satunya Reuben Korir, yang mengaku hasil panennya makin nggak stabil.

“Daunnya lebih kecil, rasanya juga nggak seenak dulu. Panen jadi nggak bisa diprediksi,” ungkapnya.

Negara-negara seperti Kenya, India, dan Sri Lanka memang dikenal sebagai tulang punggung produksi teh dunia.

Jadi kalau mereka terganggu, efeknya bisa terasa sampai ke gelas teh kita di rumah.

Masalahnya nggak berhenti di cuaca karena laporan Christian Aid juga menyoroti tekanan ekonomi yang makin berat bagi petani.

Kenaikan harga pupuk dan bahan bakar yang dipicu ketegangan geopolitik global ikut bikin biaya produksi melonjak.

Alhasil, petani kecil terjepit dari dua sisi yaitu cuaca ekstrem dan biaya yang makin mahal.

Menurut Dr. Neha Mittal dari Met Office dan University of Leeds, industri teh besar juga bakal ikut terdampak.

“Merek teh butuh rasa yang stabil dan konsisten. Tapi dengan iklim yang makin tidak menentu, itu jadi semakin sulit dicapai,” jelasnya.

Artinya, bukan cuma petani yang khawatir, tapi juga brand besar yang selama ini menjual “rasa teh yang itu-itu saja”.

Yang lebih mengkhawatirkan, para peneliti memperingatkan bahwa ini baru awal.

Jika tren perubahan iklim terus berlanjut, dunia bisa masuk ke era “seduhan lebih keras” alias teh yang lebih pahit, lebih mahal, dan kualitasnya nggak lagi bisa diprediksi.

Claire Nasike Akello dari Christian Aid bahkan menyebut konsumen selama ini terlalu menganggap remeh secangkir teh.

“Kita terbiasa menganggap teh selalu sama setiap hari. Padahal itu bergantung pada iklim yang stabil dan stabilitas itu sedang runtuh,” ujarnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU