HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda ribuan rumah warga yang tersebar di dua kabupaten pada Provinsi Sulawesi Tenggara sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, banjir salah satunya di Kabupaten Kolaka Timur.
“Banjir berdampak pada 282 KK terdampak, 276 unit rumah terdampak, 2 rumah rusak ringan dan 4 rumah rusak sedang,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (14/5).
Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat sejak Jumat (8/5) hingga Jumat (22/05).
“Saat ini kondisi banjir dilaporkan telah surut,” imbuhnya.
Sementara itu, banjir di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara yang terjadi pada Selasa (12/5). Banjir berdampak pada 595 KK atau 2.062 jiwa terdampak serta 587 unit rumah terdampak.
Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat sejak Rabu (13/5) hingga Selasa (26/5).
“Kondisi terkini menunjukkan genangan telah surut dan warga mulai melakukan pembersihan rumah terdampak,” ujarnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, antara lain Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Papua dan Nusa Tenggara Barat.
Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering, khususnya banjir, gerakan tanah, cuaca ekstrem hingga kekeringan yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
“Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD dan BMKG, serta segera melakukan langkah antisipasi dan evakuasi apabila terjadi peningkatan ancaman bahaya. Kesiapsiagaan dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana,” imbaunya.


