Ribuan Jiwa Warga Kota Tebing Tinggi Terendam Banjir

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir merendam ribuan rumah warga yang ada di Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara pada Senin (11/5).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banjir mengakibatkan sedikitnya 1.051 kepala keluarga atau 3.539 jiwa terdampak serta sekitar 966 unit rumah terdampak.

“Banjir yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan tersebut telah berdampak pada 11 wilayah kelurahan di 4 kecamatan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.

Abdul memastikan bahwa saat ini kondisi banjir dilaporkan berangsur surut dan masyarakat bersama instansi terkait mulai membersihkan lumpur dan puing sampah akibat banjir.

Pemerintah daerah sebelumnya telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan yang berlaku sejak 1 April hingga 30 Juni 2026.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk dua hari ke depan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa bagian barat dan tengah, Bali, Nusa Tenggara, Maluku serta Papua.

- Advertisement -

Hujan lebat berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang.

Menyikapi potensi tersebut, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, pencegahan dan langkah mitigasi. Masyarakat yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor diharapkan memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta arahan pemerintah daerah setempat.

Warga juga diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan terlihat tanda-tanda peningkatan debit air, retakan tanah, maupun pergerakan lereng.

“Selain itu, BNPB mengingatkan masyarakat untuk membersihkan saluran drainase dan lingkungan sekitar guna mengurangi risiko genangan, menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar, serta memastikan jalur evakuasi dan titik aman telah diketahui oleh seluruh anggota keluarga,” imbaunya.

“Pemerintah daerah dan BPBD diharapkan tetap siaga, melakukan pemantauan kondisi wilayah secara berkala serta menyiapkan personel dan peralatan untuk penanganan darurat apabila terjadi bencana susulan,” sambungnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU