HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ashanty dijadwalkan menjalani ujian doktor terbuka di Unair dengan disertasi tentang transformasi digital di industri musik Indonesia.
Penyanyi sekaligus publik figur Ashanty dijadwalkan menjalani ujian doktor terbuka di Program Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga.
Berdasarkan informasi resmi dari Pascasarjana Unair, sidang terbuka tersebut akan digelar pada Rabu (13/5/2026) di Ruang Ujian Doktor Terbuka, Lantai II Kampus B Unair, Surabaya, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Dalam ujian itu, istri musisi Anang Hermansyah tersebut akan mempertahankan disertasinya yang berjudul “Respons Adaptif Penyanyi Baby Boomers dan Generasi X terhadap Transformasi Digital di Industri Musik Indonesia”.
Penelitian tersebut membahas bagaimana para penyanyi lintas generasi menghadapi perubahan besar di era digital, mulai dari perkembangan teknologi musik hingga perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap industri hiburan.
Ujian doktor terbuka ini menjadi tahap akhir bagi Ashanty untuk meraih gelar doktor atau S3 secara resmi dari Unair.
Sebelumnya, Ashanty diketahui telah lulus ujian proposal disertasi pada 23 April 2025 dengan nilai 88. Pencapaian itu membuat banyak penggemarnya kagum karena di tengah kesibukannya di dunia hiburan dan bisnis, ia tetap serius menempuh pendidikan tinggi.
Pelaksanaan ujian disertasi tersebut akan melibatkan sejumlah penguji akademik, di antaranya Prof. Dr. Theresia Indah Budhy, Visensio M.A. Dugis, Ph.D., Hendro Margono Ph.D., Dr. Mohammad Fakhruddin Mudzakkir, serta Dr. Fiona Niska Dinda Nadia.
Sementara itu, Ashanty dibimbing langsung oleh Promotor Dr. Suko Widodo dan Ko-Promotor Prof. Dr. Fendy Suhariadi selama proses penyusunan disertasi.
Sebelumnya, kedua pembimbing tersebut juga turut mendampingi Ashanty saat menjalani ujian proposal disertasi di Gedung Putih Sekolah Pascasarjana Unair.
Disertasi yang diangkat Ashanty dinilai relevan dengan kondisi industri musik saat ini yang terus berubah akibat perkembangan platform digital dan media sosial.
Penelitian tersebut juga diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian industri kreatif di Indonesia, khususnya dalam memahami tantangan transformasi digital bagi para pelaku musik lintas generasi.


