Cadangan Devisa Menurun Tajam, BI Putar Otak Selamatkan Rupiah

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM Cadangan devisa RI turun di tengah gejolak global. BI kini bergerak cepat menjaga rupiah agar tak makin tertekan.

Posisi cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan pada April 2026 di tengah tekanan pasar keuangan global yang semakin meningkat.

Bank Indonesia (BI) pun harus memutar otak menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak semakin tertekan akibat gejolak ekonomi internasional.

Berdasarkan data terbaru BI, cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar US$146,2 miliar. Angka tersebut turun dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang mencapai US$148,2 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah intervensi BI untuk menjaga stabilitas rupiah.

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap tinggi sebesar US$146,2 miliar, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026 sebesar US$148,2 miliar,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

- Advertisement -

Menurutnya, kebijakan stabilisasi rupiah dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian pasar global yang dipicu tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia. BI juga terus melakukan langkah antisipatif agar tekanan terhadap mata uang Garuda tidak semakin besar.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penerbitan global bond pemerintah di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah,” katanya.

Meski mengalami penurunan, BI memastikan kondisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level aman.

Saat ini, jumlah devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka tersebut masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor. Dengan kondisi itu, BI menilai ketahanan sektor eksternal Indonesia masih cukup kuat menghadapi tekanan global.

“Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” jelas Ramdan.

BI juga optimistis aliran modal asing masih akan masuk ke Indonesia seiring prospek ekonomi nasional yang dinilai tetap menarik bagi investor. Selain itu, imbal hasil investasi domestik dianggap masih kompetitif di tengah ketidakpastian global.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkokoh daya tahan sektor eksternal.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU