Prajurit Baret Ungu Lumpuhkan OPM dan Kuasai Puluhan Basis di Papua

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keberhasilan operasi prajurit Korps Marinir di Papua mendapat apresiasi langsung dari Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. Penghargaan tertinggi diberikan kepada dua satuan tugas Marinir yang dinilai berhasil menjalankan operasi pengamanan perbatasan.

Kemampuan satuan marinir juga memperkuat stabilitas keamanan di wilayah rawan konflik. Penganugerahan tersebut dilakukan dalam Apel Komandan Satuan TNI AL Tahun 2026 yang berlangsung di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Jakarta.

Dari keterangan Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal), salah satu satuan yang menerima penghargaan adalah Satgas Pengamanan Perbatasan RI–PNG Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 10 Marinir Gobang IV yang dipimpin Letkol Mar Aris Moko, lulusan Akademi Angkatan Laut angkatan 2005.

Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV disebut mencatat capaian besar selama menjalankan operasi di wilayah Papua Barat Daya. Pasukan baret ungu itu berhasil menguasai 56 markas kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang tersebar di sejumlah wilayah strategis, termasuk Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Bintuni.

Dalam rangkaian operasi tersebut, prajurit Marinir juga berhasil melumpuhkan 10 anggota kelompok separatis bersenjata. Lalu, mengamankan berbagai perlengkapan tempur dan logistik.

Barang bukti yang diamankan marinir meliputi empat pucuk senjata api, 13 pucuk senapan, amunisi, 146 senjata tradisional. Selain itu, 11 unit telepon genggam, dua unit HT Motorola, dua buku agenda organisasi OPM, 24 perangkat power system. Lalu, aksesori Bintang Kejora, hingga perlengkapan logistik lainnya.

Keberhasilan tersebut dinilai menunjukkan tingginya kemampuan tempur Korps Marinir dalam menghadapi medan operasi yang kompleks dan berisiko tinggi.

Namun, operasi Satgas Gobang IV tak hanya berfokus pada pendekatan militer. Prajurit Marinir juga menjalankan berbagai kegiatan sosial di wilayah penugasan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.

Berbagai program seperti pelayanan kesehatan gratis, Jumat berkah, makan bersama warga, pembangunan fasilitas ibadah, hingga pemasangan lampu tenaga surya di daerah terpencil dilakukan secara rutin selama operasi berlangsung.

Pendekatan humanis itu dinilai berhasil memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran negara di wilayah konflik.

Bahkan, Komandan Satgas Gobang IV mendapat gelar kehormatan “Apan Mana” atau Kepala Ular/Panglima Perang dari para Kepala Adat Aifat Raya sebagai bentuk penghormatan masyarakat adat.

Panglima Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi menegaskan capaian tersebut menjadi bukti profesionalisme prajurit Marinir dalam menjalankan operasi tempur sekaligus pendekatan sosial secara seimbang.

Sebelum menerima penghargaan tertinggi dari KSAL, sejumlah prajurit Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV juga telah memperoleh kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), kesempatan pendidikan, serta penugasan luar negeri.

Penghargaan itu diberikan kepada prajurit yang dianggap menunjukkan aksi heroik, dedikasi tinggi, serta kontribusi besar dalam keberhasilan operasi di Papua.

Penghargaan dari KSAL menjadi bentuk pengakuan atas keberanian dan pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan negara. Keberhasilan operasi Satgas Gobang IV juga disebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat Daya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA