Viral Aksi Brutal Prajurit TNI Rusak Warung Madura di Kemayoran, Begini Penjelasan TNI AD

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sebuah video viral memperlihatkan keributan di warung kelontong Madura, kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, memicu reaksi luas publik. Dari rekaman yang beredar, terlihat aksi cekcok hingga dugaan kekerasan yang melibatkan seorang yang diduga prajurit TNI dengan penjaga warung.

Video tersebut memperlihatkan situasi memanas yang diduga dipicu persoalan pembayaran menggunakan QRIS. Dalam narasi yang beredar, pria berbaju hitam dengan helm putih itu tampak tersulut emosi usai terlibat mulut dengan penjaga warung, termasuk seorang perempuan.

Ketegangan kemudian meningkat. Dalam video, terlihat dugaan aksi pemukulan hingga perusakan fasilitas warung, termasuk etalase dan freezer box es krim yang dihancurkan menggunakan tabung gas melon.

Sejumlah warga sempat mencoba melerai, namun situasi tetap ricuh. Bahkan, dalam potongan video lain, tampak beberapa pria mengamuk yang diduga turut terlibat dan mengobrak-abrik warung.

Terkait itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra memastikan bahwa kasus ini sudah berada dalam penanganan aparat militer. Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) sudah turun tangan terkait insiden ini.

“Sudah ditangani POM,” kata AKPB Roby, dikutip pada Rabu, (6/5/2026).

- Advertisement -

Dari pihak TNI, klarifikasi juga disampaikan untuk meluruskan kronologi kejadian. Kadispen TNI AD Brigjen Donny Pramono menyebut bahwa insiden tersebut merupakan keributan antara prajurit TNI AD dan warga sipil yang dipicu kesalahpahaman saat transaksi.

Menurut Brigjen Donny, peristiwa tidak sesederhana yang tampak dalam video viral. Ia mengungkap bahwa justru ada korban dari pihak prajurit.

“Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran,” kata Brigjen Donny kepada awak media, Rabu, (6/5/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa kerusakan warung yang terlihat dalam video merupakan bagian dari rangkaian kejadian lanjutan setelah insiden utama terjadi.

Lebih lanjut, Donny mengingatkan publik untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya dari potongan video yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya melihat peristiwa secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman yang memperkeruh situasi.

Pihak kepolisian disebut juga dilibatkan dalam penanganan kasus ini. Sementara itu, TNI memastikan akan menindak tegas jika ditemukan adanya pelanggaran oleh prajuritnya.

“TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran,” ujar Brigjen Donny.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di media sosial kerap hanya menampilkan sebagian fakta. Klarifikasi dari berbagai pihak menjadi kunci untuk memahami kejadian secara utuh dan adil.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU