Heboh Rencana Libatkan TNI, Alumni LPDP: Kami Lebih Butuh Butuh Skill Ini, Bukan Sekadar Nasionalisme

2 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Alumni LPDP menilai rencana pelibatan TNI tak menjawab kebutuhan nyata. Mereka menuntut pelatihan skill praktis agar siap hadapi culture shock kuliah di luar negeri.

Rencana pelibatan TNI dalam pembekalan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menuai sorotan publik.

Sejumlah alumni LPDP menilai kebutuhan utama peserta bukan pada pelatihan berbasis kedisiplinan ala militer, melainkan keterampilan praktis yang relevan dengan dunia akademik dan kehidupan di luar negeri.

Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto sebelumnya menyampaikan keterlibatan TNI bertujuan untuk membekali penerima beasiswa agar tidak mengalami culture shock saat menempuh studi di luar negeri.

Ia menyebut pembekalan itu juga akan mencakup penguatan nilai kebangsaan serta kedisiplinan.

“Supaya mereka tidak culture shock dan semacamnya. Termasuk disiplin. Penguatan kebangsaan juga ada,” ujar Brian.

Brian menegaskan, pembekalan tersebut penting agar para penerima LPDP memiliki semangat kembali ke Indonesia dan berkontribusi bagi bangsa.

Menurutnya, nilai kerja keras, disiplin, dan nasionalisme perlu ditanamkan sejak awal sebelum mahasiswa berangkat studi.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh kalangan alumni LPDP.

Mereka menilai pendekatan tersebut kurang menyentuh kebutuhan nyata yang dihadapi mahasiswa saat belajar di luar negeri.

Salah satu tanggapan datang dari akun Twitter (X) @angga_fzn yang mengaku sebagai alumni LPDP.

Dalam unggahannya, ia menekankan bahwa culture shock yang dialami mahasiswa lebih banyak berkaitan dengan kesiapan akademik dan kemampuan beradaptasi secara mandiri.

Ia menyebut pelatihan seperti academic writing, pengalaman mengikuti konferensi internasional, hingga strategi mendapatkan pendanaan riset jauh lebih dibutuhkan.

Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya keterampilan sederhana seperti memasak serta kemampuan manajemen diri dalam menghadapi tekanan studi dan tugas yang menumpuk.

“Intinya butuh pelatihan dari orang-orang yang pernah menjalani itu semua,” tulisnya di akun X.

Respons serupa juga bermunculan dari warganet lain yang menilai tantangan utama mahasiswa di luar negeri bukan sekadar disiplin, melainkan bagaimana bertahan secara akademik, sosial, dan finansial di lingkungan baru.

Mereka berpandangan, pelatihan berbasis pengalaman nyata akan lebih efektif dalam membantu mahasiswa beradaptasi dibanding pendekatan yang bersifat seremonial.

Hingga kini, pemerintah belum merinci teknis pelibatan TNI dalam pembekalan LPDP, termasuk siapa saja yang akan terlibat dan bagaimana bentuk pelatihannya.

Brian hanya menyebut bahwa pihak yang dipilih nantinya merupakan mereka yang memiliki pengalaman relevan.

Rencana ini disebut akan menjadi bagian dari kegiatan luar ruang bagi penerima LPDP angkatan terbaru, dengan materi mencakup karakter, kedisiplinan, dan nilai kebangsaan.

Namun, perdebatan yang berkembang menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara pembuat kebijakan dan para alumni yang telah merasakan langsung dinamika studi di luar negeri.

Isu ini pun menjadi perhatian publik karena menyangkut arah kebijakan pendidikan tinggi dan efektivitas program beasiswa negara dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
2 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU