HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah China mendesak Amerika Serikat untuk segera menghentikan blokade dan sanksi, serta segala bentuk koersi dan tekanan terhadap Kuba.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyampaikan hal tersebut saat menanggapi langkah AS untuk meningkatkan sanksi terhadap Kuba. Kuba menyatakan langkah koersif ilegal dan sepihak dari AS tersebut tercela dan tidak masuk akal.
China menganggap peningkatan sanksi ilegal dan sepihak oleh AS terhadap Kuba sangat melanggar hak rakyat Kuba atas penghidupan dan pembangunan, serta melanggar norma-norma dasar dalam hubungan internasional.
China dengan tegas mendukung Kuba dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya, serta menentang campur tangan dalam urusan dalam negeri Kuba.
Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negaranya akan terus mendukung Kuba dan menilai pembatasan baru terhadap negara tersebut sebagai langkah yang tidak dapat diterima. Pernyataan itu disampaikan Putin dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla, Rabu (18/2).
Vladimir Putin mengatakan Rusia dan Kuba memiliki hubungan istimewa yang terbentuk melalui sejarah panjang kerja sama kedua negara. Moskow, menurutnya, secara konsisten mendukung rakyat Kuba dalam perjuangan meraih kemerdekaan serta hak menentukan jalur pembangunan sendiri.
Ia juga menyebut hubungan bilateral Rusia dan Kuba berkembang secara positif dan berharap pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk membahas kerja sama kedua negara secara lebih rinci.


