Link “Bandar Membara” Viral di X, Hati-Hati Phishing!

4 Shares

BATANG, HOLOPIS.COMLinkBandar Membaraviral di X diduga jebakan phishing berbahaya yang bisa mencuri data pribadi pengguna internet tanpa disadari.

Link bertuliskan “Bandar Membara” kembali viral di platform X (Twitter) dan memicu peringatan serius dari aparat kepolisian karena diduga kuat merupakan bagian dari modus penipuan digital berbasis phishing.

Tautan tersebut ramai dibagikan dengan narasi ajakan menonton video viral, namun di balik itu berpotensi mengarah ke situs berbahaya yang dapat mencuri data pribadi pengguna.

Fenomena ini mulai ramai sejak akhir April 2026, ketika tautan tersebut menyebar cepat melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.

Banyak pengguna tergoda untuk mengklik karena penasaran terhadap konten yang diklaim sebagai video viral.

Namun, hasil penelusuran awal menunjukkan bahwa sejumlah link tidak mengarah ke konten asli, melainkan situs tidak resmi yang mencurigakan.

- Advertisement -

Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap penyebaran konten dan link yang berpotensi melanggar hukum tersebut.

“Penyebaran tautan yang mengarah pada konten tidak jelas atau mencurigakan ini sedang kami dalami. Masyarakat harus berhati-hati karena bisa saja ini bagian dari upaya penipuan digital atau phishing,” ujar Ipda Maulidya Nur Maharanti dalam keterangannya.

Menurutnya, pola penyebaran seperti ini tidak hanya merugikan secara moral, tetapi juga berbahaya bagi keamanan data masyarakat.

Ia mengingatkan, pelaku kejahatan siber kini semakin canggih dalam memanfaatkan rasa penasaran publik untuk menjebak korban.

“Jangan mudah mengklik link yang tidak jelas sumbernya, apalagi yang disebarkan secara masif tanpa konteks yang valid. Ini bisa berisiko pada kebocoran data pribadi,” tambahnya.

Dari sisi keamanan digital, tautan phishing biasanya dibuat menyerupai halaman login atau situs populer agar korban tidak curiga.

Setelah pengguna memasukkan data seperti username, password, atau kode OTP, informasi tersebut langsung dikirim ke pelaku untuk disalahgunakan.

Selain pencurian data, risiko lain yang mengintai adalah penyisipan malware ke dalam perangkat.

Malware ini dapat bekerja tanpa disadari, mulai dari mencuri data, memantau aktivitas pengguna, hingga membuka akses bagi peretas untuk mengendalikan perangkat dari jarak jauh.

Pihak kepolisian juga menyoroti bahwa penyebaran link seperti “Bandar Membara” sering kali memanfaatkan media sosial sebagai jalur distribusi utama.

Algoritma platform yang cepat menyebarkan konten viral membuat tautan berbahaya semakin sulit dikendalikan dalam waktu singkat.

Ipda Maulidya menambahkan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya jaringan tertentu di balik penyebaran link tersebut.

Saat ini, aparat masih melakukan penelusuran digital untuk melacak sumber awal penyebaran dan pihak yang bertanggung jawab.

“Tim kami masih melakukan profiling digital untuk mengetahui asal muasal penyebaran link ini. Jika ditemukan unsur pidana, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas di dunia digital.

Aparat menyarankan agar pengguna internet tidak sembarangan membuka tautan, terutama yang berasal dari akun tidak dikenal atau komentar mencurigakan di media sosial.

Selain itu, pengguna juga disarankan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah (2FA) serta rutin memperbarui sistem keamanan perangkat untuk mengurangi risiko peretasan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan siber semakin berkembang seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat.

Literasi digital dinilai menjadi kunci utama untuk melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan online yang kini semakin beragam dan sulit dikenali.

Hingga saat ini, kepolisian masih terus melakukan pemantauan terhadap penyebaran link “Bandar Membara” tersebut dan mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan aktivitas serupa di ruang digital.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU