HOLOPIS.COM, JAKARTA – Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) berhasil mencatat kinerja keuangan yang solid pada triwulan pertama (Q1) 2026, meski di tengah tekanan ketidakpastian ekonomi global.
Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp1,65 triliun, naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,56 triliun. Kinerja ini ditopang oleh kekuatan pendapatan berulang (recurring income) dari sektor ritel dan perhotelan.
Tak hanya itu, laba bruto meningkat 10% menjadi Rp941 miliar, sementara EBITDA juga naik 10% menjadi Rp916 miliar. Bahkan, laba bersih tercatat melonjak signifikan hingga 29% menjadi Rp512 miliar.
Mal dan Hotel Jadi Penopang Utama
Pendapatan berulang perusahaan mencapai Rp1,43 triliun atau tumbuh 8% secara tahunan. Kontributor terbesar datang dari sektor mal dengan nilai Rp1,03 triliun, naik 9% dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, sektor perhotelan juga menunjukkan performa positif dengan pendapatan Rp340 miliar, tumbuh 11%. Di sisi lain, pendapatan dari office leasing justru turun 11% menjadi Rp62 miliar.
Jika dilihat dari komposisi pendapatan, retail leasing mendominasi dengan kontribusi 63%, disusul hotel dan serviced apartment 20%, kondominium 8%, rumah tapak 5%, dan perkantoran 4%.
Penjualan Properti Sedikit Turun
Untuk marketing sales, perusahaan mencatatkan angka Rp316 miliar, turun tipis 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp331 miliar.
Sekitar 34% dari total penjualan ini didorong oleh program insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) yang telah berjalan sejak akhir 2023.
Komposisi penjualan didominasi oleh kondominium dan perkantoran sebesar 69%, sementara rumah tapak menyumbang 31%.
Dalam mendukung ekspansi bisnis, perusahaan telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp164 miliar pada Q1 2026. Dana ini sebagian besar digunakan untuk pembangunan proyek strategis, termasuk pengembangan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.
Dengan tingkat hunian yang stabil serta permintaan tenant yang tetap tinggi, khususnya di sektor ritel dan hospitality, Pakuwon optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja sepanjang 2026.


