JAKARTA, HOLOPIS.COM – Detik-detik mengejutkan terjadi saat Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba melepas baju safari di peringatan May Day di Monas, netizen pun ramai berkomentar.
Momen Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026), mendadak menjadi perbincangan panas di media sosial.
Dalam suasana peringatan yang semula berlangsung meriah, Prabowo tampak menyapa massa buruh dan berinteraksi langsung di panggung.
Sorakan peserta acara semakin riuh ketika ia hadir dan disambut lagu “Kamu Nggak Sendirian” dari Tipe-X yang membuat atmosfer acara terlihat cair.
Namun perhatian publik kemudian bergeser pada satu momen yang dianggap tidak biasa.
Di tengah euforia acara, Prabowo terlihat melepas baju safari yang dikenakannya, lalu melemparkannya ke arah kerumunan peserta aksi buruh di bawah panggung.
Meski demikian, ia masih mengenakan kaos hitam dan melanjutkan aktivitas menyapa serta menyalami peserta.
Aksi tersebut langsung terekam kamera dan menyebar cepat di media sosial, memicu berbagai komentar dari warganet yang mempertanyakan kesan dan substansi dari tindakan tersebut di ruang publik.
Di platform X (Twitter), akun @iPopBase turut membagikan cuplikan momen tersebut dan memancing reaksi luas.
Banyak netizen menilai aksi itu berlebihan dan tidak mencerminkan sikap seorang kepala negara.
Salah satu komentar datang dari akun @saotpol yang menulis dengan nada sarkastik.
“Hah….??? Cha eunwoo kah bapak?? Keknya Justin Bieber pun udah lewat masa masa begininya dia lagi yg usianya 3x lipat,”cetusnya.
Komentar lain dari akun @shadowraze juga bernada kritis sekaligus menyindir.
“Lebih epic kalo yg dapat bajunya langsung dilempar balik ke panggung sih wkwkw,” sindirnya.
Sementara itu, akun @baberockabye bahkan mengaitkan momen itu dengan figur musik Indonesia.
“Cuma Kaka Slank yang boleh manggung buka baju,” tukasnya.
Di tengah sorotan tersebut, sebagian warganet menilai momen itu justru mengaburkan substansi utama peringatan May Day yang seharusnya menjadi ruang dialog serius antara pemerintah dan buruh.
Kritik juga muncul karena fokus publik dinilai bergeser dari isu ketenagakerjaan ke aksi simbolik yang viral.
Padahal dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyampaikan sejumlah agenda pemerintah terkait ketenagakerjaan.
Termasuk dorongan percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan bersama DPR RI serta kebijakan pemangkasan potongan pendapatan bagi pengemudi ojek daring melalui Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
Meski demikian, perhatian publik di dunia maya tampak lebih banyak tertuju pada momen spontan tersebut dibandingkan substansi kebijakan yang disampaikan.
Hingga saat ini, video kejadian itu masih terus beredar luas dan memicu perdebatan di berbagai platform media sosial mengenai batas antara kedekatan pemimpin dengan rakyat dan etika simbolik dalam acara resmi negara.


