Sayur Jadi ‘Tambang Emas’ Baru, Nilainya Capai Rp120 Triliun per Tahun

0 Shares

HOLOPIS.COM, Jakarta – Industri sayur Indonesia makin dilirik karena nilainya tembus Rp120 triliun per tahun, dan kini dinilai jadi tambang emas baru di sektor pangan nasional.

Industri sayuran Indonesia disebut punya potensi ekonomi besar yang makin dilirik di tengah tekanan global dan perubahan sistem pangan dunia.

- Advertisement -

Nilai produksi sayuran nasional kini diperkirakan mencapai sekitar Rp120 triliun per tahun.

Data ini mempertegas posisi sektor hortikultura sebagai salah satu penopang penting ekonomi pertanian Indonesia.

- Advertisement -

Bahkan, berdasarkan berbagai catatan statistik hortikultura, produksi sayuran di Indonesia tersebar di sentra-sentra utama seperti Jawa Barat yang setiap tahunnya menjadi salah satu penyumbang terbesar komoditas hortikultura nasional.

Pakar pertanian IPB University, Prof Bayu Krisnamurthi, menilai besarnya nilai ekonomi tersebut membuka peluang besar bagi penguatan sistem pangan nasional, terutama melalui pengembangan sektor “persayuran” yang lebih modern dan terintegrasi.

Holopis Bayu Krishnamurti
Prof Bayu Krishnamurti.

“Nilai bisnisnya besar, tapi yang dibutuhkan adalah sistem pangan yang mendukung dari hulu sampai hilir,” ujar Prof Bayu dalam diskusi media bertajuk Beyond Seeds: Strengthening Indonesia’s Food System di Jakarta.

Ia menjelaskan, kebutuhan sayuran juga akan terus meningkat seiring program Makan Bergizi Gratis yang secara teoritis membutuhkan pasokan sayur hingga sekitar Rp10 triliun per tahun.

Kondisi ini menunjukkan adanya permintaan pasar domestik yang sangat kuat.

Sumber lain juga mencatat total nilai ekonomi rantai sayuran bisa jauh lebih besar jika dihitung hingga ke tingkat distribusi dan konsumsi akhir, yang melibatkan petani, pedagang, hingga pasar modern.

Namun, di balik peluang besar itu, sektor sayuran Indonesia masih menghadapi tantangan serius.

Mulai dari perubahan iklim, kenaikan biaya produksi, keterbatasan lahan, hingga regenerasi petani yang semakin menua.

Menurut Prof Bayu, solusi utama ada pada penguatan teknologi pertanian berbasis inovasi dan investasi, terutama di sektor benih dan produktivitas lahan.

Sementara itu, pelaku industri East West Seed Indonesia (EWINDO) menilai benih unggul menjadi kunci utama peningkatan produksi.

Perusahaan menyebut peningkatan genetik tanaman dapat menaikkan hasil panen hingga 20–50 persen tergantung komoditas dan kondisi lahan.

EWINDO juga mengembangkan bank genetik dengan lebih dari 2.000 aksesi tanaman lokal untuk mendukung ketahanan varietas sayuran di Indonesia.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor hortikultura, termasuk sayuran, terus menjadi salah satu penopang produksi pertanian nasional yang tersebar di berbagai provinsi dan sentra produksi utama di Indonesia .

Dengan kombinasi pasar besar, kebutuhan pangan yang terus meningkat, dan dukungan teknologi, sektor sayuran dinilai berpotensi menjadi “mesin ekonomi baru” bagi pertanian Indonesia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru