HOLOPIS.COM, JAKARTA – Edukasi mengenai kebersihan dan kesehatan menstruasi semakin disorot sebagai faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang remaja putri. Tidak hanya soal kesehatan, pemahaman yang tepat juga berpengaruh pada kepercayaan diri dan kenyamanan mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah.
Menurut dr. Dinda Derdameysia, Sp.OG, edukasi kesehatan menstruasi sejak usia remaja memiliki peran besar dalam membantu anak perempuan memahami perubahan tubuh yang mereka alami.
Ia menekankan bahwa masa pubertas adalah fase penting yang membutuhkan pendampingan, baik dari keluarga maupun lingkungan sekolah.
“Edukasi kebersihan menstruasi sejak dini membantu remaja putri memahami perubahan tubuhnya dengan lebih percaya diri serta mendukung kesiapan mereka menjalani masa pubertas secara sehat, termasuk menjaga kebersihan tubuh selama menstruasi,” jelas dr. Dinda pada Rabu (22/4/2026).
“Dukungan lingkungan sekolah yang informatif, orang tua yang siap mendampingi, penggunaan pembalut yang tepat, serta fasilitas sanitasi yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan selama menstruasi”, sambungnya.
Kurangnya edukasi sering kali membuat remaja merasa bingung, bahkan cemas saat pertama kali mengalami menstruasi. Selain itu, masih adanya stigma di masyarakat juga membuat topik ini jarang dibahas secara terbuka.
Padahal, dengan informasi yang tepat, remaja putri dapat lebih siap secara mental dan fisik dalam menghadapi masa pubertas. Mereka juga akan lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan diri untuk mencegah risiko infeksi atau masalah kesehatan lainnya.
Peran sekolah dan orang tua menjadi sangat krusial dalam memberikan edukasi yang benar. Lingkungan yang terbuka dan suportif akan membantu remaja merasa lebih nyaman untuk bertanya dan belajar.
Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, dan keluarga, diharapkan remaja putri di Indonesia dapat menjalani masa pubertas dengan lebih sehat, nyaman, dan penuh percaya diri.

