HOLOPIS.COM, JAKARTA – Film Ghost in the Cell terus menunjukkan performa impresif sejak tayang perdana pada 16 April 2026. Karya terbaru sutradara Joko Anwar ini resmi menembus angka satu juta penonton, menjadikannya salah satu film Indonesia dengan pencapaian tercepat sepanjang tahun 2026.
Keberhasilan ini memperkuat posisi Ghost in the Cell di tengah persaingan industri perfilman nasional yang kian ketat. Dalam hitungan hari sejak penayangan, jumlah penonton meningkat signifikan, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap film bergenre horor-komedi tersebut.
“Misi kami ketika membuat film ini adalah supaya setidaknya selama 1 jam 46 menit kita, para Warga Negara Indonesia (WNI) bisa merasa menang. Tidak menyangka akan disambut dengan begitu hangat. Perasaan kita sama. Mudah-mudahan keadilan bisa datang, dan tidak harus menunggu hantu turun tangan,” ujar penulis dan sutradara Joko Anwar dalam keterangannya.
Secara internasional, film ini juga mencatat prestasi dengan penayangan perdananya di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026. Capaian tersebut menambah daftar kiprah global Joko Anwar, setelah sebelumnya sukses membawa sejumlah karyanya ke festival film bergengsi dunia, seperti A Copy of My Mind (2015) di Venice Film Festival dan Toronto International Film Festival, Gundala (2019) di Toronto International Film Festival, serta Perempuan Tanah Jahanam (2019) di Sundance Film Festival dan sebagai wakil Indonesia di Academy Awards.
Ghost in the Cell dibintangi oleh deretan aktor ternama, antara lain Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Morgan Oey, Aming, Rio Dewanto, hingga Tora Sudiro. Film ini juga memperkenalkan wajah baru, Magistus Miftah.
Mengusung cerita tentang sekelompok tahanan di sebuah penjara tua, film ini menghadirkan rangkaian kejadian mistis yang meneror para penghuni sel. Teror tersebut memaksa mereka menghadapi masa lalu kelam sekaligus mengungkap rahasia besar yang tersembunyi di balik penjara tersebut. Narasi yang memadukan horor, komedi, dan drama psikologis menjadi ciri khas yang kembali dihadirkan Joko Anwar.
Selain jajaran pemain tersebut, film ini juga didukung oleh aktor-aktor yang kerap berkolaborasi dengan Joko Anwar, seperti Reza Rahadian, Tara Basro, Ario Bayu, dan Asmara Abigail, yang semakin menambah daya tarik bagi penonton.
Sebelum menembus satu juta penonton, Ghost in the Cell telah lebih dulu meraih ratusan ribu penonton dalam waktu singkat. Tren peningkatan jumlah penonton yang stabil dari hari ke hari menunjukkan respons positif sejak awal penayangan.
Pencapaian ini menambah deretan film sukses Joko Anwar yang berhasil meraih lebih dari satu juta penonton, seperti Pengabdi Setan (2017), Perempuan Tanah Jahanam (2019), Gundala (2019), dan Pengabdi Setan 2: Communion (2022). Rekam jejak tersebut semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sutradara paling berpengaruh di industri film Indonesia.



