HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gempa bumi kuat mengguncang Jepang pada Senin (20/4/2026), memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah pesisir. Meski demikian, kabar penting datang dari sektor vital: fasilitas nuklir di negara tersebut dipastikan dalam kondisi aman.
Badan Tenaga Atom Internasional atau IAEA menyatakan tidak ada gangguan pada fasilitas nuklir Jepang setelah gempa terjadi. Dalam pernyataan resminya di platform X, yang dilansir Holopis.com, Selasa (21/4/2026) IAEA mengungkapkan telah menerima laporan dari otoritas Jepang hingga pukul 08.16 UTC (15.00 WIB).
Hasilnya, tidak ditemukan kelainan pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) maupun fasilitas nuklir lainnya di wilayah terdampak.
Hal serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara. Ia memastikan situasi tetap terkendali meskipun gempa berkekuatan besar sempat memicu kekhawatiran publik.
“Kami tidak menerima laporan adanya kondisi darurat di fasilitas nuklir di dekat pusat gempa,” kata Kihara kepada wartawan.
Detail Gempa dan Potensi Tsunami
Berdasarkan laporan Japan Meteorological Agency, gempa terjadi di wilayah timur laut Pulau Honshu, tepatnya di sekitar Prefektur Aomori dan Iwate.
Data terbaru mencatat:
- Magnitudo diperbarui dari 7,5 menjadi 7,7
- Kedalaman gempa dari 10 km menjadi 18 km
- Lokasi: Timur laut Pulau Honshu
Sementara itu, media nasional NHK melaporkan bahwa gelombang tsunami telah terdeteksi di laut dan bergerak menuju wilayah pesisir Aomori dan Iwate.
Situasi Terkini
Meski gempa tergolong kuat dan berpotensi memicu bencana lanjutan, otoritas Jepang bergerak cepat untuk memastikan keamanan infrastruktur penting, terutama fasilitas nuklir yang menjadi perhatian global.
Langkah mitigasi dan sistem keamanan Jepang kembali diuji, namun sejauh ini tidak ada laporan kerusakan serius pada sektor vital tersebut.
Kepastian bahwa fasilitas nuklir tetap aman menjadi kabar menenangkan di tengah situasi darurat akibat gempa dan ancaman tsunami. Pemerintah Jepang terus memantau perkembangan dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.


