Saifullah Yusuf: Sulsel Provinsi Paling Aktif Bangun Sekolah Rakyat

54 Shares

HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Sekolah rakyat gencar dibangun di Sulawesi Selatan (Sulsel). Kini Sulsel menjadi salah satu provinsi paling aktif dalam mendukung program Sekolah Rakyat.

Antusias pemerintah daerah membuat Sulsel kini menjadi salah satu wilayah dengan jumlah sekolah rakyat unggulan terbanyak.

- Advertisement -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, dari total 166 sekolah rakyat yang telah beroperasi di seluruh Indonesia dengan hampir 16.000 siswa, sebanyak 16 di antaranya berada di Sulawesi Selatan.

“ulsel kini menjadi salah satu provinsi dengan sekolah rakyat unggulan terbanyak,” ujar Saifullah Yusuf dalam kunjungannya di Makassar, Sabtu, (18/4).

- Advertisement -

Mensos menambahkan, eluruh sekolah rakyat saat ini masih menggunakan gedung sementara. Ada menggunakan gedung Kemensos, gedung Kementerian Tenaga Kerja, serta gedung-gedung provinsi

Di Sulsel sendiri, dari 16 titik baru sembilan yang lolos verifikasi dan sedang dibangun.

“Berarti ada tujuh titik sekolah rakyat rintisan yang harus kita carikan jalan keluar untuk bulan Juli yang akan datang, tahun ajaran baru,” ujar Syaifullah.

Ia mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat ini didukung dana APBN atas arahan Presiden, sementara tanah disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Tidak mudah menyediakan tanah sesuai kriteria. Surat-surat harus lengkap, tanah harus clean and clear, termasuk kontur dan kelayakannya,” jelas Mensos.

Gedung permanen sekolah rakyat dirancang langsung oleh tim Presiden, bukan kementerian.

Pembangunannya ditangani Kementerian PUPR, dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Fasilitasnya meliputi ruang kelas, asrama siswa dan guru, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, serta ruang kegiatan ekstrakurikuler.

Sekolah ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga rentan, termasuk yatim piatu dan mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan.

“Inilah anak-anak telantar yang coba dipelihara oleh negara lewat hadirnya sekolah rakyat,” ucap Saifullah Yusuf.

Guru-guru di sekolah rakyat kata dia, rata-rata berusia di bawah 30 tahun dan telah memiliki sertifikat profesi.

Mereka juga dibekali kemampuan bahasa Inggris untuk mendukung pembelajaran. Dalam delapan bulan, perubahan signifikan terlihat pada siswa, seperti meningkatnya rasa percaya diri, kesehatan, serta keberanian menyampaikan pendapat.

Dengan pembangunan sembilan gedung permanen yang sudah berjalan di Sulsel, pemerintah berharap seluruh titik bisa segera rampung sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapat akses pendidikan layak.

“Syukur-syukur nanti koordinasi bisa mengembangkan sekolah-sekolah serupa di tempat lain,” pungkas Saifullah Yusuf.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
54 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru