Jelajahi Kota Tua, 150 Kreator Asia Tenggara Kagum dengan Keragaman Budaya Betawi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta baru-baru ini berubah menjadi panggung perpaduan antara tradisi dan inovasi teknologi. Penyelenggaraan GrabX Mini Festival menjadi sorotan utama yang menghidupkan kembali suasana kolonial dengan sentuhan modernitas yang segar.

Acara yang merupakan hasil kolaborasi Grab Indonesia dengan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta ini memiliki misi khusus. Mereka berhasil menyulap ruang-ruang bersejarah menjadi wadah kreatif bagi para pengunjung yang datang dari berbagai latar belakang.

Tercatat lebih dari 150 konten kreator mancanegara ikut memeriahkan acara ini. Mereka berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara, membawa antusiasme besar untuk mengeksplorasi setiap sudut budaya yang ditawarkan Jakarta.

Sejak pagi hari, para peserta sudah diajak menyelami lorong waktu melalui perjalanan imersif. Lokasi pertama yang menjadi pusat perhatian adalah Museum Sejarah Jakarta, di mana narasi masa lalu diceritakan kembali dengan cara yang menarik.

Tak sekadar melihat koleksi di balik kaca, para kreator muda ini juga diajak untuk berinteraksi langsung dengan seni. Mereka turun tangan mengikuti workshop mewarnai wayang yang diselenggarakan di Museum Wayang.

Pengalaman memegang kuas dan mewarnai karakter tradisional memberikan sentuhan personal bagi para peserta. Hal ini dianggap sebagai cara yang efektif untuk memperkenalkan seni tradisional Indonesia yang telah diakui dunia ke audiens global yang lebih muda.

- Advertisement -

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, turut hadir untuk membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mempromosikan pariwisata daerah.

Beliau menyatakan bahwa kolaborasi seperti ini sangat krusial untuk memperkenalkan wajah Jakarta ke kancah internasional. Pendekatan berbasis teknologi dinilai mampu melestarikan identitas budaya di tengah perkembangan zaman yang serba digital.

Apalagi, momen ini dianggap sangat tepat karena bertepatan dengan persiapan menuju perayaan Jakarta 5 Abad. Festival ini menjadi salah satu pilar untuk memperkuat identitas kota Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada budaya.

Kemeriahan di lapangan terbuka semakin terasa dengan hadirnya berbagai pertunjukan budaya khas Betawi yang ikonik. Alunan musik Keroncong Kemayoran yang khas senantiasa mengiringi langkah para pengunjung yang berkeliling kawasan.

Gemulainya Tari Yapong dan gagahnya atraksi Ondel-ondel menjadi magnet bagi kamera para konten kreator. Visual yang eksotis ini segera tersebar di media sosial, menjadi promosi gratis bagi pariwisata Jakarta kepada jutaan pengikut mereka.

Di sisi lain, festival ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi kekuatan ekonomi lokal atau UMKM. Grab menghadirkan 12 Mitra Merchant terpilih yang menyandang predikat Bintang Lima untuk memanjakan lidah para tamu.

Mulai dari Pisang Goreng Madu Bu Nanik yang legendaris hingga aroma kopi yang memikat dari Toko Kopi Tuku tersedia di sana. Kehadiran kuliner otentik seperti Soto Betawi Pak Kumis dan Nasi Goreng Kebon Sirih 1958 memberikan pengalaman “diplomasi rasa” yang tak terlupakan.

Iki Sari Dewi selaku Director of Territory Grab Indonesia menutup dengan penjelasan mengenai visi ‘Your Everyday Guide’. Ia menegaskan bahwa inovasi digital dan kecerdasan buatan akan terus dikembangkan untuk mempermudah siapa saja dalam menemukan harta karun budaya di Indonesia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU